Zionis Manfaatkan Pandemi Covid-19 Untuk Realisasi Kebijakan Politik

Zionis Manfaatkan Pandemi Covid-19 Untuk Realisasi Kebijakan Politik

Otoritas Pendudukan Israel memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk melancarkan kebijakan politiknya dan membatasi pegerakan warga Al-Quds, terutama di Kota Lama. Mereka juga melarang umat muslim untuk shalat di Masjid Al-Aqsa, khususnya pada hari Jumat. Hal ini sebagaimana yang ditegaskan oleh Imam Masjid Al-Aqsa, Syeikh Ikrimah Sabri.

Dalam pernyataan persnya, Kamis (21/01), Syeikh Ikrimah Sabri mengatakan bahwa otoritas pendudukan membatasi pergerakan warga Palestina, sementara mereka mengizinkan pemukim Zionis memasuki Al-Aqsa setiap harinya.

Pembatasan ini bertujuan untuk mengurangi jumlah umat muslim di Masjid Al-Aqsa. Seruan otoritas pendudukan untuk memperhatikan protokol kesehatan pun memiliki tujuan politis, meski itu merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh warga Al-Quds untuk melindungi diri mereka.

Otoritas pendudukan telah mengeluarkan ratusan denda bagi warga Al-Quds yang keluar dari kediamannya dengan radius melebihi 1 km, dan di saat yang bersamaan mereka membiarkan pemukim zionis menempuh jarak yang jauh untuk memasuki Masjid Al-Aqsa.  

Syeikh Ikrimah Sabri memperingatkan bahwa fokus utama otoritas pendudukan adalah mengosongkan Kota lama dari warga Palestina di Al-Quds. Mereka membangun penghalang di pintu masuk kota dan melarang masuk warga yang tidak memiliki kartu identitas Kota Lama. Mereka pun melarang warga Al-Quds yang bukan penduduk Kota Lama memasuki lingkungan tersebut. Dengan demikian Kota Lama dan Masjid Al-Aqsa dikosongkan dari warga Palestina.

Beliau kembali menegaskan seruannya kepada umat muslim khususnya di Al-Quds Palestina agar mengintensifkan kehadiran dan shalat di Masjid Al-Aqsha, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan menjaga jarak saat shalat. (T.AAI/S: Palinfo)