Trauma Hantui Anak-anak Gaza Selepas Agresi Zionis

Serangan Zionis Israel ke Jalur Gaza merusak kesehatan mental anak-anak Palestina di sana

Trauma Hantui Anak-anak Gaza Selepas Agresi Zionis
(Foto: Anadolu)

Gaza, AAI - Mohammad Alaf tidak bisa melupakan momen ketika sebuah rudal menghantam kawasan di dekat rumahnya di Kota Gaza selama Zionis Israel memborbardir Jalur Gaza bulan lalu.

Ayah lima anak ini mengatakan bahwa suara ledakan membuat putrinya yang berusia 6 tahun panik total. “Saya merasa jantungnya akan berhenti. Dia benar-benar ketakutan,” ucap Mohammad. Keesokan harinya, putrinya benar-benar membisu dan menyendiri.

“Ia mengalami trauma dan tidak bisa tidur lebih dari 24 jam,” kata ayahnya. “Apakah ini yang diinginkan Israel?”

Untuk meredakan kepanikan anak-anaknya, Mohammad menyibukkan mereka dalam kegiatan seperti menggambar, menyanyi, mendongeng, dan bermain. Ini merupakan upaya sang ayah untuk menenangkan mereka di tengah serangan Zionis Israel.

 

Trauma

Para ahli mengatakan serangan Zionis Israel ke Jalur Gaza merusak kesehatan mental anak-anak Palestina di sana dan membuat mereka menderita trauma.

“Sistem penyesuaian psikososial pada anak-anak ini telah rusak akibat perang, yang menyebabkan masalah perilaku dan kognitif,” ungkap Dua Abdul Hameed, seorang mantan psikolog klinis.

“Dalam jangka waktu yang lama. mereka akan menderita permasalahan perilaku seperti stres, kegugupan yang ekstrem, dan respons yang berlebih. Mereka mungkin juga menderita serangan kepanikan, mimpi buruk, dan gangguan tidur.” (T/S: Anadolu)