Setelah 65 Hari Aksi Mogok Makan, Tahanan Palestina Akhirnya Dibebaskan Israel

Ghadanfar Abu Atwan ditangkap oleh Israel sejak 10 bulan lalu

Setelah 65 Hari Aksi Mogok Makan, Tahanan Palestina Akhirnya Dibebaskan Israel

Tepi Barat, AAI - Otoritas penjajah Israel akhirnya membebaskan tahanan mereka, seorang warga Palestina bernama Ghadanfar Abu Atwan, yang pada Kamis kemarin (8/7) telah memasuki hari ke 65 dalam aksi mogok makannya, sebagai bentuk protes terhadap penahanan dirinya yang dilakukan penjajah Israel tanpa adanya tuduhan atau pun pengadilan.

Saudari Abu Atwan sebelumnya mengatakan bahwa yang bersangkutan akan dibebaksan dalam beberapa jam mendatang dari penjara Israel setelah 65 hari aksi mogok makan dan minumnya. Keluarganya pun turut merayakan kemenangan tersebut di rumah sakit tempat Abu Atwan dirawat.

Pada Ahad kemarin (4/7), Abu Atwan mengumumkan bahwa dirinya, selain melakukan mogok makan, juga akan mulai melakukan aksi mogok minum sebagai protes terhadap penjajah Israel yang mengabaikan tuntutan pembebasan dirinya.

Abu Atwan, 28 tahun, merupakan warga Palestina asal Dora, kota Hebron, Tepi Barat. Ia ditangkap oleh penjajah Israel sejak 10 bulan lalu. Ia memulai aksi mogok makannya pada 5 Mei, dan sejak saat itu dirinya menolak segala bentuk makanan atupun suplemen.

Karena kondisi kesehatannya yang menurun, ia dipindahkan ke Pusat Medis Kaplan yang masih berlokasi berada di penjara Israel untuk menjalani perawatan. Namun otoritas penjajah Israel terus menahannya dan menolak untuk membebaskannya.

Otoritas penjajah Israel bahkan juga menolak untuk memindahkannya ke rumah sakit Palestina.

Kesehatan Abu Atwan pun memburuk secara drastik. Dokter mengatakan kepadanya bahwa ia tidak akan bertahan hidup tanpa air atau makanan karena tubuhnya akan mati. Namun akhirnya ia berhasil mendapatkan kebebasannya dari penjara Israel. (T/S: Quds News)