Israel Berencana Bangun Ribuan Unit Pemukiman Ilegal Baru di Tepi Barat Palestina

2.200 rencana pembangunan pemukiman ilegal baru akan disetujui Israel pada pekan depan

Israel Berencana Bangun Ribuan Unit Pemukiman Ilegal Baru di Tepi Barat Palestina

Tepi Barat, AAI - Otoritas Penjajah Israel berencana untuk membangun 2.200 unit pemukiman ilegal baru di seantero Tepi Barat Palestina.

Pada Rabu kemarin (11/8), surat kabar Israel Yedioth Ahronoth sebagaimana dilansir Quds News mengungkapkan bahwa otoritas Israel akan menyetujui pembangunan 2.200 unit pemukiman ilegal baru di Tepi Barat Palestina pada pekan depan.

Keputusan ini merupakan langkah terbesar yang akan diambil pemerintahan Perdana Menteri baru Israel Naftali Bennett sejak dirinya berkuasa pada 13 Juni lalu.

Sebanyak 900 dari 2.200 rencana pemukiman tersebut sudah memasuki tahap perencanaan akhir dan siap dibangun, ungkap Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz pada hari Rabu.

Sementara itu surat kabar Axios melaporkan bahwa keputusan untuk menyetujui rencana pembangunan ribuan unit pemukiman baru tersebut akan diumumkan sebelum pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Naftali Bennett.

“Pemerintahan Biden tahu kami akan membangun pemukiman baru. Kami tahu mereka tidak menyukainya, dan kedua belah pihak tidak ingin berakhir dalam konfrontasi seputar isu ini,” ucap pejabat Israel kepada Axios.

Hingga kini, terdapat sebanyak hampir 700 ribu pemukim Israel yang tinggal di 256 pemukiman dan pos ilegal yang tersebar di Tepi Barat Palestina, termasuk di kota Al-Quds Timur. Menurut aturan hukum internasional, seluruh pemukiman Israel tersebut adalah ilegal.

Kementerian Luar Negeri Palestina pada hari Kamis (12/8) mengecam keputusan Israel yang berencana membangun pemukiman ilegal baru, ia mengatakan bahwa rencana tersebut adalah “agresi nyata terhadap rakyat Palestina” dan “pukulan telak bagi usaha internasional dan Amerika Serikat dalam menghidupkan kembali proses perdamaian”.

Menurut lembaga pengawas anti-pemukiman Israel Peace Now, di tahun 2020 saja Israel telah menyetujui rencana pembangunan 12,159 unit pemukiman ilegal baru, sementara mereka hanya menyetuji rencana pembangunan 253 unit hunian bagi warga Palestina. (T/S: Quds News)