Di Balik Kesedihan Mereka, Putera Puteri Syuhada dan Tahanan Palestina Berhasil Lulus Ujian Nasional

Di antara mereka bahkan ada yang memperoleh nilai rata-rata yang sangat memuaskan

Di Balik Kesedihan Mereka, Putera Puteri Syuhada dan Tahanan Palestina Berhasil Lulus Ujian Nasional

Tepi Barat, AAI - Kementerian Pendidikan Palestina pada hari Selasa (3/8) mengumumkan hasil ujian nasional tingkat Sekolah Menengah Atas dalam konferensi pers yang dilakukan secara serentak di Ramallah dan Gaza. Putera dan puteri para syuhada serta tahanan Palestina, yang lulus dalam ujian tersebut dan memperoleh nilai rata-rata yang tinggi, mendapat perhatian dari media dan masyarakat luas.

Media dan aktivis Palestina melaui laman media sosial mereka membagikan daftar putera puteri para syuhada yang dibunuh oleh pasukan Israel dengan mencantumkan nilai yang mereka peroleh. Sementara itu Asosiasi Tahanan Palestina juga membagikan daftar yang terdiri dari anak-anak dari tahanan Palestina yang lulus dalam ujian nasional, di mana sebagian besarnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Di antara putera puteri para syuhada yang paling menonjol adalah Sarah Jamal Al-Zubdeh. Ia memperoleh nilai rata-rata 95.4. Ayah dan juga saudara Sarah syahid dalam agresi penjajah Israel ke Jalur Gaza pada Mei lalu.

Putera syuhada lainnya adalah Malek, ia merupakan anak dari pimpinan pasukan perlawan Palestina di Gaza, Brigade Al-Qassam, Ahmed Al-Ja'bari yang syahid dalam agresi Israel ke Jalur Gaza pada tahun 2012. Malek memperoleh nilai rata-rata 86.6.

Sementara dari wilayah Tepi Barat Palestina, Walaa yang merupakan puteri dari tahanan Palestina Amin Shqeirat mendapatkan nilai rata-rata 98.3. Amen Shqeirat merupakan warga Palestina asal Al-Sawahreh sebelah timur Bethlehem yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Anak dari tahanan lainnya adalah Ahmed Al-Shalabi, ia memperoleh nilai rata-rata 92. Ahmed merupakan putera dari tahanan Palestina asal Ramallah bernama Montaser Al-Shalabi yang ditangkap oleh Israel pada 6 Mei lalu, rumahnya pun dihancurkan pada 8 Juli kemarin dengan tuduhan penembakan terhadap pemukim ilegal Israel.

Ahmed Al-Shalabi berhasil memperoleh prestasi yang menggembirakan tersebut walaupun harus melalui berbagai cobaan. Ia dan keluarganya harus melewati hari-hari di mana rumahnya digeledah dan gerebek oleh pasukan penjajah Israel, hingga akhirnya rumah yang ia tempati diledakkan.

Terdapat pula siswa Palestina yang harus merayakan kelulusannya di dalam penjara Israel. Ia adalah Adbullah Surour, ditahan dan menjalani interogasi di Penjara Al-Maskobiya. Nilai yang ia torehkan mencapai rata-rata 81.

Menurut Kementerian Pendidikan Palestina, jumlah peserta yang mengikuti ujian nasional mencapai 82.924 siswa, dengan persentase peserta yang berhasil lulus sebanyak 71,37% atau 59.128 siswa. (T/S: Anadolu, Al Wakeel)