Profesor Harvard Mengundurkan Diri, Ungkap Sentimen Anti-Palestina Kampus Tersebut

Prof. Cornel West kerap menyuarakan opini untuk membela Palestina

Profesor Harvard Mengundurkan Diri, Ungkap Sentimen Anti-Palestina Kampus Tersebut

New York, AAI - Aktivis, filsuf dan akademisi Amerika Serikat Prof. Cornel West telah mengumumkan pengunduran dirinya dari Divinity School Universitas Harvard. Ia mengungkapkan bahwa sentimen anti-Palestina dari kampus tersebut merupakan salah satu alasan pengunduran dirinya.

Dalam surat pengunduran dirinya tertanggal 30 Juni 2021 yang ia sebarkan melalui akun Twitter nya pada Senin malam kemarin (12/7), West mengatakan bahwa dirinya menghadapi diskriminasi selama masa pengabdiannya di Harvard, termasuk diberi gaji yang lebih rendah daripada ketika ia pertama kali diberi kontrak tetap di Harvard. Terakhir, Harvard juga menolaknya untuk kembali mendapatkan kontrak tetap.

West mencuit bahwa sikap Harvard yang kini ‘didorong oleh pasar’ telah menyebabkan ‘kebusukan spiritual’.

Dalam suratnya, West mengatakan bahwa “melihat sebuah fakultas yang dengan antusias mendukung seorang kandidat untuk mendapatkan kontrak tetap, namun kemudian dengan malu-malu malah menolak berdasarkan permusuhan administrasi Harvard terhadap masalah Palestina, adalah menjijikkan.”

“Profesionalisme akademik narsistik semacam ini, penghormatan pengecut terhadap sentimen anti-Palestina dari pihak Harvard, dan ketidakpedulian terhadap kematian ibu saya merupakan kebangkrutan intelektual dan spiritual yang sangat mendalam,” tambahnya.

Sebelumnya pada bulan Februari lalu, professor berusia 68 tahun tersebut mengatakan dirinya meyakini bahwa kritiknya terhadap Israel merupakan salah satu alasan Harvard menolak memberikannya kontrak tetap.

Dalam perbincangan di podcast The Tight Rope, ia mengemukakan bahwa perbincangan tentang penjajahan Israel atas Palestina “adalah masalah tabu bagi kalangan tertentu di kelas atas.”

West juga sering bersuara agar Harvard tidak berinvestasi ke dalam perusahan yang ia katakan ‘terlibat dalam penjajahan Israel.’

Menurut surat kabar Harvard Crimson, kampus tersebut telah menginvestasikan hampir 200 juta dolar di dalam beberapa perusahaan yang terkait dengan penjajahan Israel atas Palestina.

West kini dikabarkan akan kembali ke kampus Union Theological Seminary di New York, di mana ia pertama kali mengajar di sana 44 tahun yang lalu. (T/S: Middle East Eye)