Kronologi Sejarah Penamaan Palestina

Kronologi Sejarah Penamaan Palestina

ALQUDSAMAANATI- Palestina adalah sebutan modern populer hari ini yang mengarah kepada orang-orang Arab yang hidup di wilayah yang berbatasan langsung dengan Laut tengah, Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir, dan gurun pasir Sinai. Daerah inilah yang secara sepihak disebut sebagai Israel sekarang, kecuali daerah Tepi Barat dan Gaza.

Palestina asalnya adalah bukanlah istilah yang digunakan dalam dunia Islam, namun populer dalam referensi penganut agama Yahudi dan Kristen. Sebab, dalam literatur keislaman, Rasulullah, para shahabat, maupun para ulama hingga awal abad 20 masehi tidak pernah menyebut “Palestina.”

Penamaan Palestina ini disebut oleh dalam literatur keyahudian yang menunjuk pada bangsa asing yang mendiami daerah Yerussalem dan sekitarnya sebelum kedatangan Bani Israel. Kemudian Romawi menyematkan nama Palestina untuk seluruh wilayah Yahudi, yaitu Yudea dan Samaria yang dihancurkan oleh Romawi akibat pemberontakan besar-besaran kaum Yahudi yang dipimpin oleh Bar Kokhba dan mengakibatkan mereka harus berdiaspora ke seluruh dunia. Itu terjadi pada tahun 70 M. Saat itu, Romawi yang memerintah adalah Romawi paganisme. Kemungkinan, setelah Romawi beralih ke agama Kristen, istilah “Palestina” mulai redup dan kembali ke istilah yang dipakai oleh kaum Yahudi sebelumnya, karena adanya kaitan antara ajaran agama Kristen dan sejarah keyahudian.

Kemudian nama Palestina mulai dipakai lagi di awal abad ke 20, menjelang perang dunia I dan semakin populer ketika Yahudi melakukan invasi besar-besaran ke Yerussalem dan wilayah sekitarnya, terlebih setelah kemunculan PLO. Jika penamaan Palestina dibakukan pertama kali oleh Romawi, maka nama “Palestina” dipopulerkan kembali oleh kaum Nasionalis Palestina tatkala menuntutkan kemerdekaan dari penjajahan Zionis Israel. Selanjutnya, nama Palestina digunakan secara resmi hingga saat ini. Pemilihan dan sepakatnya warga al-Quds (Yerussalem) dan wilayah sekitarnya dengan nama ini, barangkali karena mengandung spirit yang sama, yaitu penafian terhadap eksistensi kaum Yahudi disana. Sebab dalam catatan sejarah, Palestina dahulunya adalah bangsa kuno yang dibenci oleh kaum Yahudi dan termasuk rival sengit mereka sebelum mereka dihancurkan oleh Romawi. Romawi juga mengganti nama wilayah yang mencakup daerah Yudea dan Samaria dengan nama Palestina dahulunya untuk menghinakan kaum Yahudi dan menghapuskan jejak sejarah mereka di bumi para Nabi tersebut, tepat 70 tahun setelah penentangan dan pengingkaran mereka kepada nabi terakhir mereka dari keturunan Bani Israel, al-Masih Isa putra Maryam.

-Fatan Abu Miqdam