Pemerintahan Baru Israel Setujui Pembangunan Pemukiman Ilegal Yahudi

Berdasarkan hukum internasional, semua pemukiman Yahudi di wilayah jajahan Israel dianggap ilegal

Pemerintahan Baru Israel Setujui Pembangunan Pemukiman Ilegal Yahudi

Tepi Barat, AAI - Pemerintahan baru Israel  di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Naftali Bennett, pada hari Rabu (13/6) menyetujui sebuah proyek pembangunan 31 gedung baru di pemukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat Palestina.

Di antara bangunan yang disetujui untuk dibangun adalah sebuah pusat perbelanjaan dan dua sinagog.

Media lokal melaporkan bahwa Subkomite Perencanaan Tinggi Administrasi Sipil di bawah Kementerian Pertahanan Israel telah memeriksa proyek tersebut sebelum menyetujuinya.

Ini menandai untuk pertama kalinya pemerintah penjajah Israel di bawah Bennett, yang mulai berkuasa pada 13 Juni lalu, menyetujui pembangunan pemukiman ilegal di Tepi Barat Palestina.

Sejak dijajah Israel pada 1967, di Tepi Barat Palestina kini terdapat lebih dari 250 pemukiman ilegal Yahudi. Lebih dari 400 ribu pemukim Yahudi yang tinggal di sana membuat kehidupan warga Palestina semakin sulit di bawah penjajahan Israel.

Berdasarkan hukum internasional, semua pemukiman Yahudi di wilayah jajahan Israel dianggap ilegal. Sejak 2003, polisi Israel mulai mengizinkan invasi pemukim Yahudi meski kecaman terus datang dari Departemen Wakaf Islam Al-Quds. (T/S: Anadolu)