Pasukan Israel Menembak Mati Ayah dari 5 Anak Palestina di Tepi Barat

Anak terkecil Imad Dweikat usianya baru memasuki 2 bulan

Pasukan Israel Menembak Mati Ayah dari 5 Anak Palestina di Tepi Barat

Tepi Barat, AAI - Pasukan Israel pada Jum’at lalu (6/8) menembak mati seorang warga Palestina dan melukai banyak warga lainnya dalam demonstrasi protes menolak pemukiman ilegal Israel di Beita, Tepi Barat, sebagaimana dilaporkan Kementerian Kesehatan Palestina.

Imad Dweikat (38 tahun) ditembak oleh pasukan Israel dengan peluru tajam yang tepat mengenai dadanya di Beita. Ia mengalami luka serius dan akhirnya dinyatakan syahid saat menjalani perawatan darurat di Rumah Sakit Irfedia di Nablus. Imad syahid dengan meninggalkan 5 orang anak, anaknya yang paling kecil baru berusia 2 bulan.

Imad Dweikat dimakamkan di hari yang sama selepas ia dinyatakan syahid. Ratusan warga Palestina ikut mengiringi jenazah Imad dari rumah sakit menuju kediamannya untuk akhirnya dimakamkan oleh keluarganya.

Beita menjadi saksi aksi demonstrasi rutin yang dilakukan oleh warga Palestina untuk menolak pembangunan dan perluasan pemukiman ilegal Israel yang sering kali berujung pada konfrontasi.  

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan sebanyak 21 warga Palestina terluka terkena tembakan peluru karet pasukan Israel dan juga akibat tembakan gas air mata pada bentrokan yang terjadi hari Jum’at tersebut.

Pada Jum’at pekan sebelumnya (30/7), sebanyak 270 warga Palestina terluka dalam konfrontasi dengan pasukan Israel selama aksi protes di Beita dan di saat prosesi pemakaman seorang pemuda Palestina yang syahid terbunuh sehari sebelumnya.

Pada 23 Juli, 320 warga Palestina terluka dan atau mengalami sesak napas dalam konfrontasi yang juga terjadi di Beita. Seorang remaja Palestina yang ditembak oleh pasukan Israel akhirnya syahid karena luka yang ia derita.

Warga Palestina di Beita, Nablus, hampir setiap harinya menggelar aksi protes untuk menyuarakan kemarahan mereka terhadap pos pemukiman ilegal Israel.

Para pemukim Zionis setuju untuk meninggalkan pos pemukiman ilegal di Beita pada Juli kemarin di bawah kesepakatan dengan PM Israel Naftali Bennett, setelah berpekan-pekan lamanya warga Palestina melangsungkan demonstrasi di sana.

Namun beberapa bangunan tetap berada di sana, terkunci dan di bawah penjagaan militer Israel. Maka dari itu, warga Palestina memutuskan untuk tetap melanjutkan demonstrasi mereka.  

Israel menduduki Tepi Barat Palestina selama Perang Enam Hari 1967. Semua pemukiman Yahudi di sana dianggap ilegal oleh sebagian besar komunitas internasional.

Hampir setengah juta pemukim Zionis tinggal di pemukiman ilegal Israel yang berada di Tepi Barat, berdampingan dengan 2,8 juta warga Palestina. (T/S: Aljazeera)