Pasca Agresi Israel, 62 Persen Penduduk Gaza Terancam Krisis Pangan

Sebelum agresi, angka penggangguran di Jalur Gaza sudah mencapai 48 persen dan angka kemiskinan di atas 50 persen

Pasca Agresi Israel, 62 Persen Penduduk Gaza Terancam Krisis Pangan

Gaza, AAI - Kerugian  yang disebabkan oleh agresi penjajah Israel ke Jalur Gaza selama 11 hari pada bulan Mei lalu berada di kisaran antara 290 juta dolar hingga 380 juta dolar, sementara biaya yang dibutuhkan untuk pemulihan Jalur Gaza diperkirakan antara 345 juta dolar hingga 485 juta dolar. Hal ini terungkap dalam laporan yang dirilis oleh PBB, Uni Eropa dan Bank Dunia.

Laporan yang berjudul ‘The Gaza Rapid Damage and Nedds Assessment (RDNA)’ yang diterbitkan pada Selasa kemarin (6/7) menemukan bahwa pasca agresi Israel, sebanyak 62 persen dari total penduduk Jalur Gaza mengalami krisis pangan. Laporan juga penyebutkan bahkan sebelum terjadinya agresi, angka penggangguran di Jalur Gaza sudah mencapai 48 persen dan angka kemiskinan di atas 50 persen.

Laporan tersebut juga mengungkap bahwa sebagian besar kerusakan yang terjadi di Jalur Gaza akibat agresi Israel merupakan sektor sosial, seperti perumahan, kesehatan, pendidikan, jaminan sosial dan pekerjaan, dengan nilai kerugian 180 juta dolar.

“Sektor perumahan sudah menyumbang hampir 93 persen dari total kerusakan pada sektor sosial,” tulis laporan tersebut.

“Dalam jangka pendek, pemulihan sosial ekonomi di Gaza akan ditentukan oleh dua faktor; tingkat pembiayaan yang tersedia untuk proyek rekonstruksi, termasuk dari para donatur; dan sejauh mana pembatasan pergerakan dan akses orang dan barang yang memasuki Gaza, khususnya pasokan bahan-bahan penting untuk keperluan rekonstruksi,” kata laporan itu, mengingat hingga saat ini otoritas penjajah Israel masih membatasi pergerakan di perbatasan-perbatasan Jalur Gaza. (T/S: Quds News)