Palestina Serukan Penolakan Atas Proyek Yahudisasi Masjid Al-Ibrahimi di Hebron

Israel menjalankan proyek yang akan memfasilitasi pemukim ilegal Zionis menyerbu Masjid Al-Ibrahimi

Palestina Serukan Penolakan Atas Proyek Yahudisasi Masjid Al-Ibrahimi di Hebron

Hebron, AAI - Mufti Al-Quds Syeikh Mohammed Hussein pada hari Selasa (10/8) menyerukan untuk menolak proyek yahudisasi di dalam Masjid Al-Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat Palestina.

Dalam pernyataannya, Mufti Al-Quds mengatakan bahwa penjajah Israel berencana untuk membangun lorong, koridor dan memasang lift untuk memfasilitasi dan memudahkan akses bagi para pemukim Zionis ke Masjid Al-Ibrahimi.

Ia mengemukakan bahwa artinya dalam proyek ini Israel akan merampas 300 meter persegi area masjid. “Ini merupakan pelanggaran yang sangat jelas terhadap situs umat Islam, dan juga pelanggaran yang sangat jelas terhadap hukum internasional yang melindungi situs-situs suci dan juga kebebasan beribadah,” ucap Syeikh Mohammed Hussein menekankan.

Syeikh Mohammed Husein pun memperingatkan, tindakan semena-mena Israel kali ini atas Masjid Al-Ibrahimi akan meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut. Menurutnya apa yang direncanakan penjajah Israel atas masjid tersebut tidak akan bisa mencabut atau merubah hak umat Islam atasnya.

Sementara itu Imam Masjid Al-Aqsa Syeikh Ikrimah Sabri di hari yang sama meminta warga Palestina untuk melakukan unjuk rasa untuk mencegah proyek yahudisasi atas Masjid Al-Ibrahimi.

Tidak ada cara yang lebih praktis untuk mencegah pelanggaran (Israel) selain aksi unjuk rasa. Saat masyarakat (Palestina) bergerak, maka komunitas internasional akan ikut bergerak.

Syeikh Ikrimah turut menjelaskan bahwa otoritas penjajah Israel dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan pengaruh dan kontrol mereka terhadap Masjid Al-Ibrahimi.

Rencana Israel untuk merebut Masjid Al-Ibrahimi bertentangan dengan hukum internasional. Pada tahun 2017, UNESCO memasukkan Masjid Al-Ibrahimi dan Kota Tua Hebron sebagai situs warisan Palestina.

Proyek yahudisasi atas Masjid Al-Ibrahimi kini sedang berjalan dan dioperasikan oleh Departemen Teknik dan Konstruksi Kementerian Pertahanan Israel di bawah pengawasan administrasi sipil Israel. Proyek tersebut diperkirakan akan berlangsung selama enam bulan dan memakan anggaran sebesar 2 juta shekel (setara 8,9 miliar rupiah). (T/S: Middle East Monitor, almamlaka TV)