Palestina Sebut Israel Menjual Senjata Ke Myanmar

Palestina Sebut Israel Menjual Senjata Ke Myanmar
Demonstrasi di Myanmar menolak kudeta militer (Foto: AP)

Ramallah, AAI - Kementerian Luar Negeri Palestina menuduh Israel menjual senjata kepada Otoritas Myanmar, yang digunakan dalam pembantaian etnis Rohingya dan penindasan terhadap warga yang menolak kudeta, meskipun adanya embargo internasional untuk menjual senjata ke Myanmar.

Dalam pernyataannya, sebagaimana dilansir Aljazeera, Kemenlu Palestina mengatakan bahwa Israel tidak pernah dimintai pertanggungjawaban atas pelanggarannya menjual senjata ke Myanmar, yang menyebabkan puluhan ribu nyawa tak berdosa terbunuh. Senjata yang sama tersebut saat ini digunakan oleh militer Myanmar untuk mengintimidasi warga yang menentang kudeta militer, hingga menyebabkan kematian dan luka-luka puluhan warga.

Kemenlu Palestina juga meminta anggota Dewan Keamanan PBB – yang sedang bersiap untuk mengadakan sesi untuk membahas situasi di Myanmar – tidak hanya berfokus pada pimpinan kudeta dalam diskusi mereka, tetapi juga berfokus kepada pemimpin Israel yang memberikan alat yang sesuai yang diperlukan untuk melakukan kudeta terhadap warga Myanmar selama aksi damai mereka.

Kemenlu Palestina menambahkan, ketika Israel mendemonstrasikan senjatanya kepada rezim diktator yang membutuhkan senjata tersebut untuk menekan warganya,maka mereka menunjukkan pengalaman mereka dalam menggunakan senjata tersebut untuk melawan warga Palestina serta menunjukkan keberhasilan senjata tersebut dalam menekan demonstrasi warga Palestina.

Pernyataan Kemenlu Palestina menyimpulkan bahwa Israel memasuki pasar tertutup dan menjual senjata kepada negara-negara yang diembargo. Israel dalam hal ini telah melanggar segala aturan dan hukum yang berlaku. Mereka mengabaikan tragedi yang terjadi kepada penduduk negara-negara pembeli senjata mereka, setelah mengabaikan tragedi yang terjadi kepada warga Palestina selama puluhan tahun lamanya. (T/S: Aljazeera)