Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Kecam Rencana Aneksasi Israel

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Kecam Rencana Aneksasi Israel

JEDAH – Para Menteri Luar Negeri dari negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OIC) menyampaikan kecamannya kepada Israel terkait rencana pencaplokan sejumlah wilayah Tepi Barat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah surat keputusan pertemuan luar biasa yang berlangsung kemarin, Rabu (10/06/2020).

Dalam surat tersebut tercantum 15 poin penting tentang kecaman negara-negara OIC terhadap negara Zionis. Langkah aneksasi Israel disebut merupakan sebuah aksi penjajahan.

Di antara poin yang tertera dalam surat keputusan OIC, bahwa kasus Palestina merupakan perhatian utama umat Islam dunia. Israel diharapkan tidak mengambil kebijakan yang dapat memancing konflik regional di Timur Tengah.

Selain itu Organisasi yang bermarkas besar di Jedah tersebut meminta Israel untuk bertanggung jawab atas semua kerugian yang dapat terjadi akibat pencaplokan tersebut.

Seperti diketahui bahwa Pemerintah Israel sedang merencanakan aneksasi sebagian wilayah Palestina pada awal Juli mendatang. Tujuannya untuk mensahkan sebanyak 130 perumahan ilegal Yahudi di wilayah Tepi Barat.

Rencana Israel tersebut mendapatkan penentangan keras dari sejumlah negara internasional. Presiden Palestina sendiri, Mahmud Abbas, telah mengambil langkah tegas dengan memutuskan kerjasama dengan pihak Israel. Termasuk di antaranya kerjasama dalam bidang keamanan.

Berikut delapan fakta dari rencana pencaplokan Tepi Barat:

1. Aneksasi wilayah tersebut bertujuan untuk menguasai 30 persen wilayah Tepi Barat.

2. Merupakan perpanjangan dari The Deal of The Century Amerika Serikat yang diumumkan pada tanggal 28 Januari 2020 lalu.

3. Pencaplokan direncanakan akan berlangsung pada Juli mendatang.

4. Wilayah yang akan diambil alih meliputi Lembah Jordan (Jordan Valley) dan semua wilayah tempat berdiri permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat. Total permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat berjumlah 130 permukiman.

5. Lembah Jordan mengisi seperempat dari total luas wilayah Tepi Barat.

6. 50 persen lahan pertanian Tepi Barat terletak di Lembah Jordan dan menghasilkan 60 persen sayur-sayuran Palestina.

7. Sumber air bersih terbesar Tepi Barat juga terletak di wilayah itu.

8. Kebijakan tersebut mendapatkan penentangan keras dari warga Palestina dan sejumlah negara internasional.

Sumber: CNN Arabic, MujahidDakwah