Presiden Venezuela: Kami Tidak Akan Meninggalkan Palestina

Caracas, AAI – Presiden Venezuela, Nicolas Maduro menyatakan solidaritas dan keteguhannya mendukung perjuangannya Palestina dengan mengatakan, “Tidak seorang pun di dunia ini yang berani meminta Caracas untuk meninggalkan Palestina.”


Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media asal Lebanon, Al Mayadeen, yang disiarkan di televisi nasional Venezuela pada hari 26 Desember 2021 lalu, Maduro menekankan bahwa tidak ada seorang pun di dunia yang berani meminta Caracas untuk meninggalkan Palestina.


“Kami tidak dapat menerima tuntutan seperti itu. Merupakan sebuah dosa untuk berpikir meninggalkan Palestina sendirian.”


“Palestina adalah tanah suci umat manusia, dan kami sangat menghormati tanah Palestina. Kami mendengar nama ‘Palestina’ dengan lantang dan tinggi,” tegas Maduro, sembari mengutuk kejahatan pendudukan israel terhadap warga Palestina, dengan mengatakan israel akan membayar apa yang telah mereka perbuat suatu hari nanti.


Orang nomor satu Venezuela itu juga mengirimkan pesan kepada rakyat Palestina, di mana ia menegaskan dukungan negara dan rakyat Venezuela, dan pemimpin revolusi Bolivarianisme Hugo Chavez untuk Palestina.


Ia juga menegaskan kembali dukungan penuh tiada hentinya terhadap Palestina, karena Venezuela mencintai Palestina, semua rakyatnya, dan semua orang yang ada di sana.


“Kami berharap Palestina baik-baik saja, dan kami memiliki perjanjian kerja sama dengannya – perjanjian yang berjalan sangat baik. Kami ingin mempersembahkan yang lebih untuk Palestina,” kata Presiden Maduro, menyerukan kepada masyarakat di dunia, semua pemimpinnya, semua orang Arab, dan semua pemimpin Islam untuk tidak meninggalkan Palestina sendirian.


Tak hanya itu, Maduro juga menyuarakan dukungan tambahannya untuk Palestina, dengan mengatakan bahwa sudah sepatutnya Palestina mendapatkan dukungan tak tergoyahkan dan tak kenal takut dari semua pemimpin dunia, “Palestina berteriak minta tolong; Palestina meminta dukungan Anda, kejahatan dilakukan terhadapnya setiap hari, dan para pemudanya terbunuh setiap hari.”


Mengomentari peristiwa terbaru yang terjadi di Palestina, yaitu kejahatan, pelanggaran, dan serangan israel, Maduro mengatakan kejahatan israel tak terlukiskan dan tak tertandingi di dunia ini. Ia pun menegaskan kembali dukungannya untuk rakyat Palestina, dengan mendedikasikan “sebuah ciuman besar untuk jantung negeri Palestina.”


Di bawah kepemimpinan Hugo Chavez (1999-2013) dan sekarang dilanjutkan Nicolas Maduro (2013-sekarang), Venezuela selalu menyatakan solidaritasnya dengan Palestina.


Venezuela adalah negara pertama di Amerika Latin yang mengakui negeri Palestina dengan perbatasan nominal tahun 1967. 


Pada tahun 2009, Venezuela dan Otoritas Palestina menjalin hubungan diplomatik dan mengumumkan pembukaan kedutaan besar Palestina di ibu kota Venezuela, Caracas.


Mereka juga menjalin hubungan ekonomi, di antaranya kesepakatan perdangangan minyak, bantuan darurat dan beasiswa untuk mahasiswa kedokteran Palestina. Venezuela adalah negara pertama yang membebaskan visa bagi warga Palestina yang ingin melakukan perjalanan dan kunjungan, serta memberikan hak tinggal kepada warga Palestina. (T/S: Quds News, Al Mayadeen)