Tim Gabungan Maksimalkan Upaya Pencarian Korban Hilang Erupsi Semeru

Lumajang, AAI – Tim gabungan masih terus melakukan pencarian korban erupsi Gunung Semeru yang masih dinyatakan hilang. Berbagai lembaga dan relawan bekerjasama untuk melakukan operasi pencarian yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).


Fokus pencarian pada hari ini, Kamis (16/12) rencananya terpusat di Dusun Kajar Kuning, Tambang Pasir dan Kebon Deli. Hingga kini sejumlah alat berat telah diterjunkan untuk membantu dan memudahkan proses pencarian, yang menurut data sementara diperkirakan 36 orang korban masih belum ditemukan.  


Adapun alat berat yang diterjunkan adalah 19 unit eskavator, 2 unit buldozer, 7 unit dumtruck, 2 unit backhoe loader, 1 unit cranecharge, 1 unit mobil DU Brimob, dan 1 mobil watertreatmen. Peralatan ini tersebar di beberapa titik di Candipuro dan Pronojiwo.


Untuk memperlancar jalannya proses pencarian, Basarnas menghimbau agar warga sekitar untuk menjauh dari lokasi evakuasi. Dan bagi para relawan yang berdatangan dan ingin terlibat, agar melapor ke Posko Basarnas untuk bisa melakukan koordinasi terpusat. 


“Diharapkan para warga yang antusias untuk melihat kondisi terkini paska erupsi Gunung Semeru diimbau untuk menjauhi lokasi pencarian dan evakuasi. Hal ini disebabkan karena akan menjadi kendala tersendiri, apabila jalur evakuasi dan pencarian tidak steril dari aktivitas para warga setempat,” ujar Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam siaran persnya, Kamis pagi.


Warga terdampak erupsi yang mengungsi berada di beberapa titik antara lain Kecamatan Pasirian 7 titik sebanyak 1.518 jiwa, Kecamatan Candipuro 8 titik sebanyak 4.563 jiwa, Kecamatan Pronojiwo 4 titik sebanyak 1.056 jiwa, Kabupaten Sukodono 10 titik sebanyak 334 Jiwa, Kabupaten Sumbersuko 8 titik sebanyak 312 jiwa, Kabupaten Lumajang 12 titik sebanyak 421 jiwa, Kabupaten Yosowilangun 9 titik sebanyak 97 jiwa, Kabupaten Pasrujambe 2 titik sebanyak 197 jiwa, Kabupaten Randuagung 9 titik sebanyak 31 jiwa.


Lebih lanjut, Kabupaten Senduro 8 titik sebanyak 152 Jiwa, Kabupaten Tekung 5 titik sebanyak 73 jiwa, Kabupaten Jatiroto 4 tiitik sebanyak 95 jiwa, Kabupaten Kunir 5 titik sebanyak 171 jiwa, Kabupaten Klakah 7 titik sebanyak 55 jiwa.


Kabupaten Kedungjajang 9 titik sebanyak 59 jiwa, Kabupaten Gucialit 2 titik sebanyak 15 jiwa, Kabupaten Tempursari 1 titik sebanyak 21 jiwa, Kabupaten Padang 4 titik sebanyak 205 jiwa, Kabupaten Ranuyoso 5 titik sebanyak 49 jiwa, Kabupaten Rowokangkung 5 titik sebanyak 60 jiwa, dan Kabupaten Tempeh 13 titik sebanyak 693 jiwa. Dengan total pengungsi yang tercatat 10.565 jiwa. (T/S: Berita Satu, Detik)