Rumah Keluarga Salhiya di Sheikh Jarrah Dihancurkan israel dalam Serangan Malam

Al-Quds, AAI – Setelah sempat dipertahankan pada dua hari sebelumnya, rumah keluarga Palestina Salhiya di Sheikh Jarrah, Al-Quds kini telah rata dengan tanah. Pasukan penjajah israel pada Rabu dini hari (19/1) telah menghancurkan rumah tersebut, setelah mereka menggerebeknya di saat seisi rumah sedang tertidur, dan di kala hujan sedang turun di tengah cuaca dingin yang menusuk.


Sumber lokal dan anggota keluarga Salhiya mengatakan, sekitar pukul 3 dini hari waktu setempat, pasukan besar dari unit kepolisian israel yang terdiri dari pasukan anti-teror dan anti huru hara disertai alat berat menyerbu rumah keluarga Salhiya.


Yasmin Salhiya, salah seorang penghuni rumah yang juga merupakan putri dari pemilik rumah, Mahmoud Salhiya, menceritakan, pasukan israel memutus aliran listrik terlebih dahulu sebelum menyerbu rumah mereka, dan kemudian menembakkan gas air mata untuk menghalangi pandangan semua orang.


Pasukan israel lantas menyerang keluarga tersebut dan menangkap 5 anggotanya termasuk sang ayah, Mahmoud. Dan di antara anggota keluarga yang diserang terdapat putri Mahomud yang masih berusia 9 tahun beserta bibinya, hingga menyebabkan sulit bergerak.


Selain itu, lebih dari 22 pendukung solidaritas yang berkemah di sekitar rumah keluarga Salhiya turut diserang dan ditangkap oleh pasukan penjajah.


Pasukan israel kemudian memisahkan semua orang yang terdapat di sana dan memukuli para pemuda Palestina sebelum menangkap dan membawa mereka pergi menggunakan kendaraan militer.


Pemilik rumah sedang tidur ketika pasukan israel menyerbu rumahnya dan menangkapnya. Ia bahkan tidak diperkenankan untuk memakai jaket atau pun sepatu meskipun sedang turun hujan lebat di tengah cuaca yang dingin.


Tentara israel setelah itu mulai mengosongkan rumah keluarga Salhiya dan menembakkan peluru karet ke arah wartawan dan para aktivis pendukung yang berada di sekitar rumah.


Mereka juga mencegat ambulans yang berusaha menuju lokasi kejadian untuk menjangkau para anggota keluarga yang terluka.


Alat berat israel berupa buldoser kemudian mulai menghancurkan rumah keluarga Salhiya, tiga jam berselang rumah mereka sudah rata dengan tanah. Setelahnya pasukan israel meninggalkan rumah tersebut yang telah hancur begitu saja.


Sebelumnya pada Senin pagi (17/1) pasukan penjajah israel dan otoritas penjajah di kota Al-Quds menyerbu lingkungan Sheikh Jarrah dan memaksa keluarga Salhiya keluar dari rumah mereka. Namun pada saat itu mereka berhasil mempertahankan rumah tersebut dari perampasan paksa, sebelum akhirnya dihancurkan Rabu dini hari tadi. (T/S: Quds News)