Konser Tur Dunia Justin Bieber Tuai Boikot Karena Sambangi israel

Cape Town, AAI – Aktivis hak asasi manusia dan anti-apartheid menyerukan untuk memboikot penyanyi kenamaan asal Kanada, Justin Bieber, setelah dirinya mengumumkan bahwa konser tur dunianya akan mengunjungi negara apartheid israel.


Bintang berusia 27 tahun tersebut dijadwalkan akan tampil di negeri penjajah pada 22 Oktober 2022, setelah dua pertunjukan di Cape Town dan Johannesburg, Afrika Selatan, sebagi bagian dari Justice World Tour.


Aktivis anti-apartheid, terutama di Afrika Selatan, menyerukan untuk memboikot penyanyi tersebut, dengan menekankan bahwa pertunjukannya sama sekali tidak merepresentasikan ‘keadilan (justice)’ sebagaimana yang tercantum dalam tajuk tur dunianya, mengingat pemberhentian selanjutnya setelah Afrika Selatan (sebagi negara dengan sejarah kelam apartheid) adalah negeri apartheid israel.


Justin Bieber dianggap secara tidak langsung mendukung rezim apartheid israel dengan setuju untuk tampil di Tel Aviv, sebagai rangkaian acara selepas perilisan album terbarunya, Justice, yang diluncurkan pada 19 Maret 2021 lalu.


Organisasi kemanusiaan Code Pink telah melayangkan sebuah petisi yang menyerukan mega bintang tersebut untuk membatalkan pertunjukannya di negara penjajah israel.


“Ketika Anda merilis album Justice, dan menghadapi banyak kritikan karena mengutip ucapan Dr. Martin Luther King dalam lagu-lagu album tersebut, Anda menanggapi kritik itu dengan mendengarkan dan mempelajarinya, serta mengakui bahwa Anda ‘hanya belum tahu lebih baik’ dan Anda sebelumnya tidak mendapatkan pelajaran mengenai sejarah kulit hitam selama Anda dibesarkan,” demikian bunyi petisi tersebut.


Kalimat dalam petisi melanjutkan, “‘Saya ingin terus tumbuh dan belajar tentang semua ketidakadilan sosial dan berharap untuk menjadi lebih baik,’ ucap Anda. Kami harap Anda belajar tentang kejahatan yang dilakukan israel terhadap rakyat Palestina dan mengikuti ajaran Dr. Martin Luther King untuk berdiri bersama orang-orang yang tertindas.” 


Sebagaimana diketahui, dalam lagu yang dirilisnya di album Justice, Bieber mengutip kalimat Dr. Martin Luther King. Ia sempat dihujat dan dikecam karena kutipannya tersebut dianggap tidak tepat konteks sebagaimana yang disampaikan oleh penutur aslinya dahulu.


Album Justice dibuka dengan salah satu kutipan paling terkenal dari Dr. Martin Luther King yang berbunyi, “Ketidakadilan di mana pun adalah ancaman bagi keadilan di mana-mana. (Injustice anywhere is a threat to justice everywhere)." (T/S: Quds News)