Knesset Sahkan UU yang Perbolehkan Polisi Israel Menggerebek Rumah Tanpa Perintah Pengadilan

Palestina 48, AAI – Parlemen Israel Knesset pada hari Selasa (14/12) meloloskan sebuah undang-undang yang memungkinkan Kepolisian Israel dan anggotanya untuk menyerbu dan menggeledah rumah warga serta menyita rekaman kamera pengawas tanpa adanya perintah pengadilan.


Surat kabar Haaretz mewartakan, tujuan UU tersebut secara eksplisit adalah untuk ‘memerangi kejahatan di kalangan komunits Arab’, dan akan memberikan wewenang pada polisi Israel untuk menggeledah gedung dan hunian milik warga Arab tanpa memerlukan perintah pengadilan.


Namun terdapat kekhawatiran bahwa polisi Israel akan mengeksploitasi dan menyalahgunakan kekuatan hukum tersebut untuk menyembunyikan berbagai alat bukti, ungkap Haaretz.


Para ahli hukum dan aktivis hak asasi manusia percaya bahwa UU ini akan sangat merugikan masyarakat Arab.


“Undang-undang ini berbahaya, karena memperbolehkan polisi dan tentara Israel menyerbu rumah-rumah warga Arab, serta memberikan kekuasaan penuh untuk menggerebek sebuah rumah tanpa perintah pengadilan,” ucap aliansi Joint Arab List di Knesset dalam pernyataannya.


Dalam pernyataan itu pula, Joint Arab List mengungkap undang-undang itu diajukan dengan kedok untuk memerangi kekerasan dan kejahatan, “Ini sama saja artinya rumah warga Arab dipersilakan untuk digeledah dan dinistakan, semaunya pasukan kepolisian dan tentara Israel.”


Para pemimpin komunitas Arab di Palestina 48 (wilayah Palestina yang dijajah dan kini berada di bawah kendali penuh Israel sejak 1948) menyebut, Kepolisian Israel bertanggung jawab atas maraknya aksi kejahatan yang menimpa komunitas mereka. Polisi seakan menutup mata dan acuh terhadap keluhan warga Arab terkait tindak kekerasan yang mereka terima dari para pemukim Yahudi. (T/S: Anadolu)