Penjajah israel Berencana Hancurkan 2 Sekolah Palestina di Tepi Barat

Tepi Barat, AAI – Pasukan penjajah israel pada hari Ahad kemarin (23/1) melayangkan surat perintah pembongkaran 2 sekolah Palestina di desa Jubbet Al-Dib, sebelah timur kota Bethlehem di Tepi Barat.


Hasan Brejiyya, Kepala Komite Perlawanan Pemukiman Ilegal Bethlehem menyatakan, tentara yang didampingi oleh anggota kelompok pemukim Yahudi Regavim yang didanai pemerintah israel menyerbu dua desa tersebut. 


Mereka kemudian menyerahkan perintah pembongkaran Sekolah Kisan dan Sekolah Tahadi dengan dalih keduanya tidak memiliki izin dari Dinas Administrasi israel, sehingga dinyatakan sebagai bangunan ilegal.


Patut dicatat, para siswa di kedua sekolah tersebut selalu menjadi sasaran bulan-bulanan dan penganiayaan berulang kali oleh tentara dan pemukim Zionis israel.


Pemukiman israel di Tepi Barat, termasuk yang di dalam dan sekitar kota suci Al-Quds, adalah ilegal menurut Hukum Internasional dan Konvensi Jenewa Keempat. Pemukiman itu juga merupakan salah satu bentuk kejahatan perang, merujuk kepada Hukum Internasional.


Dalam Pasal 49 Konvensi Jenewa disebutkan, “Negara Pendudukan tidak boleh mendeportasi atau memindahkan sebagian penduduk sipilnya sendiri ke dalam wilayah yang didudukinya.” Pasal tersebut juga melarang “Pemindahan paksa individu atau massal, serta deportasi orang-orang yang dilindungi dari wilayah pendudukan.”


Sementara itu dalam laporannya, lembaga hak asasi manusia Amnesty International turut mengecam kebijakan pendudukan yang dijalankan oleh otoritas israel. 


“Sebagai penjajah, karenanya israel dilarang untuk menggunakan tanah negara dan sumber daya alam untuk tujuan selain kebutuhan militer atau keamanan atau kepentingan penduduk setempat. Perampasan properti secara tidak sah oleh kekuatan pendudukan sama dengan ‘penjarahan’, yang dilarang oleh Regulasi Den Haag dan Konvensi Jenewa Keempat, serta merupakan kejahatan perang mengacu pada Statuta Roma tentang Pengadilan Kriminal Internasional dan banyak hukum nasional lainnya.” (T/S: Days of Palestine)