Banjir Kepung Jalur Gaza, Puluhan Keluarga Palestina Terpaksa Mengungsi

Gaza, AAI – Selama tiga hari berturut-turut, curah hujan yang tinggi membanjiri jalan-jalan di Jalur Gaza yang terblokade. Banjir merusak beberapa rumah di daerah yang berinfrastruktur buruk tersebut. Puluhan keluarga Palestina harus mengungsi setelah rumah mereka terendam air.


Daerah pesisir Palestina yang miskin itu dilanda hujan hebat dan gemuruh guntur, menyebabkan lalu lintas di banyak jalan tersendat, utamanya di daerah yang rusak akibat bombardir israel di bulan Mei tahun lalu.


Pada hari Sabtu (15/1) penduduk setempat memposting video dan gambar yang mendokumentasikan banjir Gaza di media sosial. Banjir ditekahui telah mempengaruhi banyak orang, termasuk anak-anak yang sedang dalam perjalanan kembali dari sekolah mereka.


Personil Pertahanan Sipil Palestina di Jalur Gaza mengevakuasi warga Palestina yang terjebak di dalam rumah mereka dan di jalanan kota menggunakan perahu kayu. Mereka dipindahkan ke lokasi penampungangan sementara. Total sudah sebanyak 152 warga Gaza yang dievakuasi selama dua hari kemarin.


Sementara itu Juru Bicara Pemerintah Kota Gaza, Husny Mohanna mengatakan bahwa serangan langsung israel pada Mei tahun lalu telah merusak infrastruktur jalan-jalan di Gaza, sehingga menyebabkan terjadinya banjir setelah hujan deras turun.


“Kami mengusahakan yang terbaik untuk menghindari kerusakan lebih lanjut di Jalur Gaza sampai proses rekonstruksi dimulai dalam beberapa bulan mendatang,” ucapnya menjelaskan rencana Pemerintah Kota Gaza dalam menanggulangi bencana lebih lanjut. 


Pemerintah Kota Nusseirat di Jalur Gaza tengah telah meminta semua warganya yang berada di dekat aliran Sungai Wadi Gaza untuk waspada dan hati-hati atau mengungsi dari rumah mereka, dikarenakan penjajah israel membuka aliran bendungan sungai tersebut, yang diprediksi akan menyebabkan banjir di sekitar aliran sungai yang menuju pesisir barat itu dan membanjiri daerah dan rumah di sekitarnya. 


Setiap musim dingin, israel membuka bendungan air Sungai Wadi Gaza untuk membanjiri lahan pertanian dan rumah warga Gaza di sekitarnya.(T/S: Al Araby, Euro News)