Al-Quds Global Week Ke-2 Diluncurkan dalam Rangka Mendukung Perjuangan Palestina

Al-Quds, AAI – Berbagai Lembaga masyarakat, persatuan dan organisasi umat Islam di seluruh penjuru dunia pada hari Kamis (24/2) meluncurkan rangkaian kegiatan Al-Quds Global Week untuk mendukung Masjid Al-Aqsa dan perjuangan Palestina.


Al-Quds Global Week yang dihelat untuk kedua kalinya ini dimulai pada 25 Februari dan berlanjut hingga 4 Maret mendatang secara daring dengan partisipasi sekitar 320 lembaga, persatuan dan organisasi umat Islam dari 45 negara di seluruh dunia.


Al-Quds Global Week sendiri sejak awal diselenggarakan bertepatan dengan pekan terakhir bulan Rajab, sebagai pengingat perjuangan terhaap Al-Quds karena di pekan tersebut terdapat dua peristiwa penting dalam sejarah umat Islam; Isra’ dan Mi’raj serta pembebasan Al-Quds oleh Salahuddin Al-Ayyubi. 


“Pekan ini adalah agenda tahunan yang berfungsi sebagai bahan bakar dan stasiun perhentian untuk penguatan dukungan kepada Al-Quds, Masjid Al-Aqsa dan Palestina,” ucap Ketua Asosiasi Ulama Palestina dan Ketua Komite Tinggi Al-Quds Week, Nawaf Takrouri.


Dalam peluncuran yang diselenggarakan secara daring, Takrouri menjelaskan bahwa momen tersebut merupakan sebuah kesempatan untuk mempersiapkan rencana kerja tahun ini untuk memperjuangkan dan memasukkan perjuangan Al-Quds dan Palestina ke dalam setiap rumah keluarga muslim, sehingga mereka dapat mengemban amanah sebagai pemegang panji Al-Quds.


“Agenda pekan ini adalah untuk mempersiapkan pertempuran pembebasan, untuk meneguhkan saudara-saudara kita di Al-Quds serta mendukung dan memberdayakan para pejuang di tanah Palestina. Maka diharapkan bagi setiap muslim untuk mengambil bagian dalam mendukung saudara-saudara kita di Palestina,” tambahnya.


Sementara itu Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Sheikh Ikrimah Sabri, dalam acara yang sama menjelaskan bahwa umat Islam membutuhkan inisiatif semacam Al-Quds Global Week ini karena generasi muslim saat ini masih banyak yang belum sadar akan urgensi perjuangan membebaskan Al-Quds, Masjid Al-Aqsa dan Palestina.


Pada gilirannya, ulama kenamaan asal Mauritania Sheikh Muhammad Hasan Al-Didu yang juga Dewan Pembina Persatuan Ulama Muslim Internasional mengatakan, “Umat Islam tidak mungkin dapat melupakan Masjid Al-Aqsa, para jama’ahnya dan para murabithnya (penjaganya) dan para pejuangnya untuk membebaskan Masjid Al-Aqsa.”


“Membela Masjid Al-Aqsa dan Al-Quds merupakan kewajiban umat Islam… Masjid Al-Aqsa adalah tawanan terbesar yang saat ini berada di tangan musuh. Umat Islam harus bertaubat dan melakukan yang terbaik untuk membebaskan kota suci Al-Quds,” tegas Sheikh Al-Didu.


israel telah menjajah Al-Quds Timur sejak Juni 1967. Dan sejak tahun 2003 mereka mengizinkan para pemukim Yahudi untuk menyerbu masuk ke dalam kompleks Masjid Al-Aqsa, meskipun berbagai protes telah dilangkan oleh organisasi Islam di dalam dan luar Palestina. (T/S: Anadolu)