Setelah Hampir 5 Bulan Mogok Makan, Tahanan Palestina Akhirnya Bebas dari Penjara israel

Tepi Barat, AAI – Hisham Abu Hawash, seorang tahanan Palestina di penjara israel, pada hari Selasa (4/1) akhirnya mengakhiri aksi mogok makannya yang berlangsung selama 141 hari berturut-turut, sebagai bentuk protesnya atas penahanan administratif kepada dirinya tanpa adanya tuntutan atau dakwaan pengadilan.


Menurut Komite Urusan Tahanan Palestina, Abu Hawash mengakhiri aksi mogok makannya pada Selasa sore setelah mencapai kesepakatan dengan otoritas penjajah israel untuk membebaskannya pada 26 Februari mendatang.


Abu Hawash, 41 tahun, asal kota Dura, Hebron di Tepi Barat, sebelumnya ditangkap pada 27 Oktober 2020 dan ditahan dengan mekanisme penahanan administratif tanpa adanya tuntutan pengadilan yang dijatuhkan kepadanya.


Ia telah melakukan aksi mogok maknnya sejak 17 Agustus 2021 sebagai bentuk protes atas hukuman diskriminatif yang ia terima dari otoritas penjajah israel.


Selasa kemarin merupakan hari kemenangan bagi Abu Hawash, yang juga merupakan sosok ayah bagi 5 orang anak, setelah mogok makan selama 141 hari yang menyebabkan kondisi kesehatannya semakin memburuk setiap harinya.


Selama periode tersebut Abu Hawash sampai mengalami koma, bahkan kehilangan kemampuan untuk berbicara, mendengar dan melihat. Ia juga kehilangan bobot tubuhnya sebanyak 39 kilogram.


Ratusan aktivis warga Palestina pun merayakan kemenangan Abu Hawash di depan kediamannya di Dura, pada Selasa malam. Keluarga Abu Hawash membagikan permen kepada para partisipan yang meneriakkan slogan solidaritas untuk Abu Hawash, sementara kembang api dinyalakan untuk merayakannya.


Hingga saat ini terdapat 4.600 warga Palestina yang ditahan di penjara penjajah israel, di antaranya 34 wanita, 160 anak di bawah umur, dan 500 tahanan administratif yang ditahan tanpa dakwaan atau pengadilan. (T/S: Quds News)