33 Wanita Palestina Menderita di Balik Jeruji Besi israel

Tepi Barat, AAI – Sebanyak 33 tahanan wanita Palestina yang dipenjara di Penjara Damon oleh israel mengalami kondisi yang sangat memprihatinkan, sebagaimana diungkap oleh Komite Tahanan Palestina pada Ahad (9/12).


Para tahanan wanita itu mendapati kondisi yang mengenaskan tersebut sejak awal mereka dijebloskan oleh otoritas israel dalam Penjara Damon. Di antaranya kelalaian penanganan medis, tak adanya hak pendidikan dan kunjungan keluarga, pemberlakuan sel isolasi, sel yang penuh sesak dan dipenuhi oleh serangga serta kotoran, ditambah dengan kurangnya pencahayaan matahari. 


Tahanan wanita Palestina juga telah mengalami beberapa bentuk penyiksaan psikologis dan perlakuan buruk selama proses penangkapan dan penahanan mereka, termasuk berbagai bentuk kekerasan seksual, seperti pemukulan, penghinaan, ancaman, penggeledahan tubuh, dan pelecehan seksual secara eksplisit, menurut Komite Tahanan Palestina.


Teknik penyiksaan dan perlakuan buruk ini digunakan oleh sipir dan otoritas israel tidak hanya sebagai sarana untuk mengintimidasi tahanan wanita Palestina, tetapi juga digunakan sebagai alat untuk mempermalukan wanita Palestina dan memaksa mereka untuk memberikan pengakuan.


Penjara Damon terletak di sebelah utara Palestina, di hutan Carmel, Haifa. Fasilitas penahanan tersebut didirikan selama periode Mandat Inggris, sehingga tidak memiliki infrastruktur modern. Fasilitas-fasilitas ini dahulunya dirancang untuk tahanan laki-laki, shingga akibatnya tidak bisa memenuhi kebutuhan khusus para tahanan perempuan, ucap Komite Tahanan Palestina.


Beberapa orang di antara 33 tahanan wanita Palestina itu menderita masalah kesehatan yang serius; sebuah penelitian yang dilakukan oleh lembaga HAM Palestina Addameer pada bulan September 2008 mengungkapkan bahwa sekitar 38% tahanan wanita Palestina menderita penyakit yang dapat diobati hingga yang tidak dapat diobati.


Di antara mereka yang menderita masalah dan kondisi kesehatan yang serius adalah Israa Jaabis, 37 tahun, yang ditangkap pada 11 Oktober 2015 oleh otoritas penjajah israel.


Israa, yang memiliki seorang putra berusia 14 tahun, terluka parah dalam kebakaran mobil akibat ditembaki pasukan israel. 65 persen tubuhnya terbakar, hingga ia mengalami luka parah di wajah dan tangannya. Ia membutuhkan setidaknya delapan operasi, termasuk cangkok kulit di sekitar mata kanannya dan rekonstruksi wajah. (T/S: Quds News)