30 Warga Al-Quds Harus Mengungsi Setelah Rumah Mereka Dihancurkan israel

Al-Quds, AAI – 30 orang anggota keluarga Palestina, asal Silwan, Al-Quds, kini terpaksa harus mengungsi di tempat terbuka setelah dipaksa untuk membongkar 3 rumah hunian mereka oleh penjajah israel, dengan dalih bangunan tersebut tidak memiliki izin.


Pilihan untuk menghancurkan rumah mereka sendiri bukanlah hal yang mudah bagi keluarga Nassar, dan tentu bukan atas keinginan mereka, melainkan mereka terpaksa melakukannya hingga akhirnya rumah mereka dihancurkan pada Rabu kemarin (15/12).


Otoritas penjajah israel menempatkan mereka di depan dua pilihan yang sulit; antara menghancurkan sendiri atau membayar 200 ribu shekel (setara 923 juta rupiah) sebagai biaya pembongkaran untuk personil dan alat berat  srael serta pasukan yang menyertai mereka.


Seluruh anggota keluarga Nassar, termasuk 20 orang anak-anak dan seorang ibu lansia, kini telah kehilangan tempat tinggal mereka. Rumah mereka itu sejatinya telah ada sejak tahun 2014, dan tanahnya telah dibeli oleh sang ayah sejak 40 tahun lalu. Namun otoritas israel di kota Al-Quds mengeluarkan keputusan pembongkaran justru setelah mereka tinggal di dalamnya.


Mereka telah berupaya untuk mendapatkan izin untuk rumah mereka, namun izin untuk rumah yang terletak di selatan Masjid Al-Aqsa tersebut tak kunjung dikeluarkan oleh penjajah israel.


“israel memaksa kami menghancurkan rumah kami atau mereka yang akan menghancurkannya. Mereka juga tidak memberi izin bangunan rumah kami, untuk memaksa kami meninggalkan Al-Quds, karena kami tidak lagi memilki rumah lain di kota ini,” ucap keluarga Nassar menjelaskan.


“Sewa satu rumah bulanan di Al-Quds tidak kurang dari 3 ribu shekel (13 juta rupiah) perbulan. Setelah 3 rumah kami dihancurkan, dari mana kami harus membayar sewa 3 rumah sebanyak 10 ribu shekel (46 juta rupiah) per bulan?” ungkap mereka mengenai betapa mahalnya biawa sewa rumah di Al-Quds bagi warga Palestina.


Keluarga Nassar pun memohon kepada masyarakat dan lembaga internasional untuk menyediakan tenda dan tempat berlindung bagi mereka setelah rumah mereka dihancurkan dan mereka dibiarkan hidup di tempat terbuka oleh penjajah israel.


Otoritas penjajah di kota Al-Quds meningkatkan kebijakan pembongkaran rumah oleh pemiliknya sendiri sepanjang tahun 2021. israel memaksa puluhan warga Al-Quds untuk menjalankan keputusan diskriminatif untuk menghancurkan rumah mereka dengan tangan mereka sendiri. (Maan News, Al-Quds Al-Araby)