Mengenal Gerbang-Gerbang Masjid Al-Aqsa

Mengenal Gerbang-Gerbang Masjid Al-Aqsa

AAI - Masjid Al-Aqsa memiliki 15 gerbang, namun kini hanya tinggal 10 gerbang saja yang terbuka sebagai akses keluar masuk jama’ah menuju Masjid Al-Aqsa.

Gerbang-gerbang ini letaknya tersebar di empat sisi dinding Masjid Al-Aqsa; 2 gerbang di sisi timur, 3 gerbang di sisi utara, 7 gerbang di sisi barat dan 3 gerbang di sisi selatan.

Gerbang-gerbang yang berada di sisi timur dan selatan kini telah ditutup. Kebanyakan gerbang yang masih terbuka terdapat di sisi barat, sebanyak 7 gerbang.

Sayangnya, pasukan penjajah Israel mengontrol masuknya jama’ah muslim ke dalam Masjid Al-Aqsa melalui pos pemeriksaan yang mereka dirikan di depan gerbang-gerbang Al-Aqsa. Dan satu gerbang di bawah kendali penuh penjajah Israel, yaitu Gerbang Al-Mughrabi, yang digunakan oleh pemukim ilegal dan ekstremis Israel untuk memasuki Masjid Al-Aqsa.

 

Gerbang-gerbang yang tertutup:

  1. Gerbang Al-Rahmah

Gerbang ini merupakan gerbang kuno bersejarah yang diukir di dinding timur Al-Aqsa. Dinamakan Gerbang Al-Rahmah karena terletak di hadapan Pemakaman Al-Rahmah, yang di mana sahabat Nabi Saw., Syaddad bin Aus dan Ubadah bin Shamit, dimakamkan di sana.

Para arkeolog mengatakan bahwa gerbang ini mungkin dibangun selama era Umayyah, dan dikisahkan bahwa Imam Al-Ghazali sempat tinggal di sebuah ruangan di atas Gerbang Al-Rahmah dan menuliskan karya fenomenalnya, Ihya Ulum Al-Din, di sana.

Gerbang Al-Rahmah kini ditutup; ia ditutup oleh Salahuddin ketika memasuki Al-Quds untuk menjaga kota tersebut dari serangan luar.

 

  1. Gerbang Pemakaman

Gerbangini merupakan salah satu gerbang tersembunyi di Al-Aqsa, terletak di dinding timur. Namanya merujuk pada fakta bahwa umat muslim dahulu secara terbatas mengantar jenazah menuju Pemakaman Al-Rahmah. Kini gerbang tersebut ditutup secara permanen.

 

  1. Gerbang Tiga

Khalifah Fatimiyah, Al-Zhahir Li I’zaz Dinillah, memerintahkan pembangunan gerbang ini pada 425 H / 1034 M, di tengah dinding selatan Masjid Al-Aqsa. Gerbang ini terdiri dari tiga pintu masuk yang menghadap istana Umayyah di luar tembok selatan Masjid Al-Aqsa dan mengarah ke dinding barat Musholla Al-Mawarni.

Orang-orang Yahudi mengklaim gerbang ini sebagai peninggalan dari kuil kedua (Kuil Herodias) dan menyebutnya sebagai Gerbang Huldah yang merupakan nama al-kita untuk salah satu gerbang kuil kuno.

 

  1. Gerbang Ganda

Gerbang ini terletak di sebelah barat Gerbang Tiga. Gerbang ini digunakan oleh Khalifah Umayyah ketika mereka berkunjung ke Masjid Al-Aqsa, karena gerbang ini menghubungkan Masjid Al-Qibly dengan istana mereka yang dibangun di luar dinding selatan Al-Aqsa. Kini gerbang tersebut ditutup permanen, namun koridor dalam yang terhubung dengannya telah diubah menjadi tempat sholat yang dinamakan ‘Al-Aqsa Lama’.

 

  1. Gerbang Satu

Gerbang ini terletak di dinding selatan Masjid Al-Aqsa. Letaknya berada di antara Gerbang Tiga dan Gerbang Ganda. Shalahuddin menutup gerbang ini pada masa pemerintahannya dan menjadikannya tidak lagi terlihat. Gerbang ini juga dikenal sebagai Gerbang Mata Air (‘Ain), karena mengarah ke mata air Silwan.

 

Gerbang-gerbang yang terbuka:

  1. Gerbang Singa

Gerbang ini dibangun pada tahun 610 H / 1213 M. Gerbang ini melengkung dengan tinggi empat meter dan terletak di sisi timur laut Masjid Al-Aqsa. Gerbang ini sempat beberapa kali mengalami renovasi, namun yang ada kini merupakan renovasi dari Sultan Sulaiman Al-Qanuni. Gerbang ini disebut Gerbang Singa karena di sana terdapat sepasang batu ‘singa’ yang ada di kedua sisi fasadnya.

 

  1. Gerbang Pengampunan

Merupakan salah satu gerbang tertua Masjid Al-Aqsa, terletak di koridor utara Al-Aqsa, di antara Gerbang Singa dan Gerbang Kegelapan. Tahun pasti pembangunannya belum diketahui, namun gerbang tersebut di reovasi selama masa pemerintahan Al-Ayyubi dan Al-Ustmani.

Bentuknya sederhana, dengan gantungan batu di atasnya yang digunakan untuk menaruh lentera pada masa lalu.

 

  1. Gerbang Kegelapan

Terletak di utara Masjid Al-Aqsa, terakhir direnovasi pada 610 H / 1213 M oleh Sultan Kekhalifaan Al-Ayyubi, Sharaf Al-Din al-Mu'azzham. Dinamakan Gerbang Kegelapan (Al-Atim) karena jalan gelap yang mengarah ke gerbang tersebut dari arah utara.

Selain itu ia juga memiliki nama lain, Gerbang Raja Faisal, sebagai penghormatan atas kunjungan Raja Faisal Al-Hasyimi pada tahun 1943 ke Masjid Al-Aqsa.

 

  1. Gerbang Bani Ghanim

Gerbang ini terletak di barat laut Masjid Al-Aqsa, terakhir direnovasi pada tahun 707 H / 1308 M. Gerbang ini bentuknya relative kecil, dan dinamakan Gerbang Bani Ghanim karena gerbang ini mengarah ke Kota Tua yang dihuni oleh Bani Ghanim.

Di masa lalu, gerbang ini disebut Gerbang Al-Khalil mengikuti sebutan Nabi Ibrahim As. Khalil Al-Rahman. Pada 1998 ekstremis Israel membakar gerbang ini, dan mengharuskan Departemen Wakaf Islam Al-Quds untuk merenovasinya.

 

  1. Gerbang Pemeriksa

Terletak di koridor barat Masjid Al-Aqsa, sebelah selatan Gerbang Bani Ghanim. Pada tahun 600 H / 1203 M direnovasi oleh Sultan Sharaf Al-Din. Bentuknya besar, dengan pintu masuk setinggi 4,5 meter.

Dinamakan Gerbang Pemeriksa merujuk kepada pekerjaan yang dijalankan oleh pemeriksa (inspektor / Al-Nazhir) atas dua masjid mulia, yaitu Masjid Al-Aqsa dan Masjid Al-Ibrahimi, selama Dinasti Mamluk. Kediaman sang pemeriksa diyakini berada di dekat gerbang ini, karenanya dinamakan demikian.

 

  1. Gerbang Besi

Terdapat di koridor barat Masjid Al-Aqsa, antara Gerbang Pemeriksa dan Gerbang Pedagang Kapas. Terakhir direnovasi pada tahun 755-758 H / 1345-1357 M.

 

  1. Gerbang Pedagang Kapas

Sultan Mamluk Muhammad bin Qalawun membangun Gerbang Pedagan Kapas pada tahun 737 H / 1336 M, di sebelah barat Masjid Al-Aqsa antara Gerbang Besi dan Gerbang Penyucian. Gerbang itu mengarah ke Pasar Kapas di Kota Tua Al-Quds; dari sanalah ia mendapatkan namanya. Gerbang ini dianggap sebagai salah satu gerbang Masjid Al-Aqsa yang paling indah dengan dekorasi motif Islam dan stalaktit yang menutupi pintu masuknya.

 

  1. Gerbang Wudhu / Penyucian

Terletak di bagian barat Masjid Al-Aqsa, berada di dekat Gerbang Pedagang Kapas dan Masjid Kubah Emas. Gerbang ini dinamakan Gerbang Penyucian (Al-Muthahharah / Wudhu) karena mengarah ke tempat berwudhu yang dibangun oleh Sultan Kekhalifahan Al-Ayyubi, Al-Adil Abu Bakr Ayyub. Gerbang dan tempat berwudhunya terakhir direnovasi pada tahun 666 H / 1267 M.

 

  1. Gerbang Rantai

Dibangun pada masa Kekhalifahan Al-Ayyubi, gerbang ini menjadi salah satu pintu masuk utama Masjid Al-Aqsa. Bentuknya relatif tinggi dan beratapkan batu bata yang berornamen. Kekhalifahan Al-Ayyubi merenovasinya pada tahun 600 H / 1200 M. Gerbang ini memiliki pintu kayu ganda dengan bukaan kecil yang memungkinkan satu orang untuk melewatinya ketika pintu ganda tersebut ditutup.

 

  1. Gerbang Al-Mughrabi

Diartikan juga sebagai Gerbang Maroko, terletak di dinding barat Masjid Al-Aqsa (Dinding Al-Buraq). Terakhir direnovasi pada tahun 713 H / 1313 M.

Gerbang ini mengarah ke Pemukiman Maroko yang dihancurkan oleh Pasukan Penjajah Israel pada 1967 untuk membangun pelataran Tembok Ratapan Yahudi di depan Dinding Al-Buraq. Pasukan Israel juga melarang warga Palestina untuk menggunakan gerbang ini.

(t/aai. Aqsapedia, Madain Project)