Mahmamah Internasional Akan Investigasi Kejahatan Perang di Palestina

Mahmamah Internasional Akan Investigasi Kejahatan Perang di Palestina
Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag, Belanda (Foto: Reuters)

AAI - Mahkamah Pidana Internasional (ICC), pada Rabu (3/3), mengumumkan dibukanya investigasi resmi atas kejahatan perang yang terjadi di wilayah Palestina. Hal ini diutarakan oleh Jaksa ICC Fatou Bensouda, dalam pernyataannya sebagaimana tercantum dalam situs resmi ICC.

“Saya mengonfirmasi bahwa Kantor Kejaksaan ICC telah memulai penyelidikan terkait situasi yang terjadi di Palestina,” ucap Bensouda. Investigasi akan mencakup kejahatan yang berada di bawah yurisdiksi ICC yang diduga telah dilakukan sejak 13 Juni 2014.

Menurut pernyataannya, Kejaksaan ICC akan menentukan prioritas terkait penyelidikan pada waktu yang tepat, karena sulitnya bekerja saat ini di tengah pandemi Corona, keterbatasan sumber daya yang tersedia dan juga beban kerja ICC.

Pada 2018 lalu, Palestina mengajukan permintaan rujukan ke ICC untuk dokumen kejahatan Israel yang mencakup 3 kasus kejahatan; pembangunan permukiman, penahanan, dan agresi di Gaza.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Palestina di hari yang sama menyambut baik keputusan ICC tersebut. Dalam pernyataannya, sebagaimana dilansir Anadolu, Kemenlu Palestina mengatakan, “Ini merupakan langkah yang telah lama ditunggu-tunggu, untuk melayani upaya tanpa henti Palestina mencapai keadilan dan akuntabilitas sebagai fondasi yang sangat diperlukan bagi perdamaian. Rakyat Palestina sangat pantas mendapatkannya.”

Kemenlu Palestina menambahkan, bahwa keputusan ICC untuk menginvestigasi kejahatan perang di Palestina menunjukkan penghormatan atas mandat dan independensinya serta komitmennya terhadap nilai-nilai dan prinsip-prinsip peradilan pidana sebagaimana diatur dalam Statuta Roma. (T/S: Anadolu, ICC)