Kesaksian Memilukan dan Mengharukan dari Anak-anak Palestina yang Ditangkap Israel

Mereka menjadi sasaran penyiksaan, pemukulan dan perlakuan kejam oleh pasukan pendudukan Israel.

Kesaksian Memilukan dan Mengharukan dari Anak-anak Palestina yang Ditangkap Israel
(Foto: alghadtv)

Ramallah, AAI - Kantor Informasi Tahanan Palestina, Asra Media, pada Selasa kemarin (2/3), mengungkapkan kesaksian memilukan dan mengharukan dari anak-anak Palestina di bawah umur yang menjadi sasaran penyiksaan, pemukulan dan perlakuan kejam selama mereka ditahan oleh pasukan pendudukan Israel.

Dalam pernyataannya, melansir dari Paltoday, Asra Media menegaskan bahwa pasukan Israel terus mengabaikan prinsip dan nilai hak asasi manusia yang telah disahkan oleh perjanjian internasional untuk melindungi hak-hak anak di bawah umur.

Patut dicatat bahwa konvensi internasional tentang hak-hak tahanan anak di bawah umur menyerukan tidak digunakannya penyiksaan terhadap anak di bawah umur. Konvensi tersebut juga tidak membenarkan perlakuan kejam dan merendahkan martabat, dan menyatakan bahwa tindakan tersebut dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

 

Pemukulan dan Penjara Bawah Tanah

Seorang tahanan remaja Muhammad Zallum (17 tahun), yang berada di penjara Damon, mengatakan kepada pengacaranya bahwa ia ditangkap setelah penggerebekan rumahnya di kota Silwan, Al Quds. Ia dipukuli dengan kejam, dan kemudian dipindahkan ke kamp tahanan Ashkelon.

Ia dijebloskan ke dalam sel bawah tanah selama 23 hari, di sana ia diinterogasi selama berjam-jam. Selama berada di penjara Ashkelon, para sipir dengan sengaja memindahkannya ke sebuah ruangan tanpa kamera dan mereka memukulinya secara brutal tanpa ampun.

 

Hilang Kesadaran

Dalam kesaksiannya, tahanan laki-laki Mustafa Salama (17 tahun), dari kota Azzun di Qalqilya, mengatakan bahwa tentara Israel menyerangnya dengan popor senapan, tangan dan kaki mereka, setelah menyerbu rumahnya. Kemudian mereka menangkapnya dan melemparkannya ke dalam jip militer dan melemparkannya ke lantai jip dan mulai menginjak-injaknya. Mereka memukulinya dan menghinanya dengan hinaan yang paling hina.

Sebagai akibat dari pemukulan hebat yang dialami oleh Salama yang masih di bawah umur, ia kehilangan kesadaran. Setelah kesadarannya pulih, ia mendapati dirinya di dalam sel penjara Jalame. Di sana ia diinterogasi selama berjam-jam sementara ia diikat di kursi kecil. Setelahnya ia dipindahkan ke Departemen Tahanan Anak di penjara Megiddo.

 

Pemindahan dan Penghinaan

Sementara itu, remaja Majd Wa’ri (17 tahun) dari kota Beit Hanina, Al-Quds, menjadi sasaran interogasi yang keras di dalam sel tahanan Maskobiya. Saat ini ia sudah dipindahkan ke pusat tahanan Damon.

Demikian pula remaja Hani Rumailat (17 tahun), dari Jenin, diinterogasi dengan kejam. Dia diinterogasi di pusat tahanan Jalame. Selama diinterogasi, lima sipir menyerangnya dengan tongkat, menyebabkannya mengalami banyak memar. Akibatnya, ia dipindahkan ke rumah sakit Afula. Setelah itu, ia dikembalikan ke tahanan Jalame selama 20 hari. Kemudian ia dipindahkan ke Megiddo.

 

Siksaan Dingin

Remaja Munir Arqoub (17 tahun), dari kota Kafr Ayn, Ramallah, diserang oleh pasukan Israel saat ia ditangkap di dekat pos pemeriksaan militer Beit El. Tiga tentara menyerangnya, mengerumuninya di tanah dan memukulinya dengan keras.

Kemudian mereka melemparkannya ke dalam jip dan memindahkannya ke kamp tentara terdekat. Di sana, para tentara menahannya di tempat terbuka yang dingin selama berjam-jam serta melarangnya tidur. Keesokan harinya, ia dipindahkan ke pusat tahanan Ofer untuk diinterogasi, dan kemudian dibawa ke bagian tahanan anak di Megiddo.

Asra Media menganggap kesaksian ini sebagai bagian kecil dari apa yang dialami oleh para tahanan selama penangkapan dan penyelidikan, yang dalam kenyataannya jauh dari nila-nilai konvensi internasional tentang hak asasi manusia, khususnya Konvensi Hak Anak. Asra Media pun menekankan perlunya memberikan perlindungan bagi anak-anak, dan menyerukan untuk tidak digunakannya penyiksaan terhadap mereka. (T/S: Paltoday)