Kesaksian Mantan Pilot Tempur Israel: Militer Zionis Adalah Organisasi Teroris

“Saya menyadari, selama Intifada Kedua, apa yang dilakukan oleh Angkatan Udara dan militer Israel adalah kejahatan perang,” ucap Yonatan.

Kesaksian Mantan Pilot Tempur Israel: Militer Zionis Adalah Organisasi Teroris
Yonatan Shapira

Al-Quds, AAI - Seorang mantan pilot Angkatan Udara Israel, Yonatan Shapira, menggambarkan pemerintahan dan militer Otoritas Zionis Israel sebagai ‘organisasi teroris’ yang dijalankan oleh ‘penjahat perang.’

Kapten Yonatan, yang mengundurkan diri dari militer Israel pada tahun 2003 saat terjadi Intifada Kedua Palestina, menjelaskan mengapa ia menyadari bahwa dirinya adalah ‘bagian dari organisasi teroris’ setelah bergabung dengan militer Israel.

“Saya menyadari, selama Intifada Kedua, apa yang dilakukan oleh Angkatan Udara dan militer Israel adalah kejahatan perang, meneror jutaan penduduk Palestina. Ketika saya menyadari hal itu, saya memutuskan untuk tidak pergi begitu saja. Akan tetapi saya juga mengajak pilot lain untuk secara terbuka menolak ambil bagian dalam kejahatan ini,” ujarnya dalam sebuah wawancara eksklusif yang diunggah di kanal Youtube Anadolu pada 17 Mei lalu.

“Sebagai seorang anak di Israel, Anda dibesarkan dalam pendidikan militeristik Zionis yang sangat kuat. Anda hampir tidak tahu apa-apa tentang Palestina, Anda tidak tahu tentang Nakba 1948, Anda tidak tahu tentang penindasan yang sedang berlangsung,” ucap Shapira.

“Mereka (para pilot Israel) dikirim untuk menjatuhkan rudal dan bom di pusat-pusat kota Palestina. Pada titik tertentu, saya menyadari bahwa ini adalah tindakan terorisme,” tambahnya, merujuk pada pilot di skuadron lain yang terlibat dalam pembunuhan massal warga sipil Palestina. (T/S: Shehaben, Anadolu)