Kemenlu Palestina: Kekerasan Israel Terhadap Palestina Meningkat

Serangan Israel terhadap warga Palestina meningkat di bawah pemerintahan Israel yang baru

Kemenlu Palestina: Kekerasan Israel Terhadap Palestina Meningkat
(Foto: Anadolu)

Al-Quds, AAI - Kekerasan yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Palestina telah meningkat sejak terbentuknya pemerintahan baru penjajah Israel pada pekan lalu, sebagaimana yang diungkapkan oleh Kementerian Luar Negeri Palestina hari Ahad kemarin (20/6).

“Terdapat kekerasan yang lebih massif dan besar yang dilakukan oleh pasukan penjajah Israel terhadap rakyat kami sejak pemerintahan baru Israel berjalan,” ungkap Kemenlu Palestina dalam pernyataannya.

Kemenlu Palestina mencatat bahwa serangan yang dilalukan pemukim ilegal Israel terhadap warga Palestina telah meningkat di bawah pemerintahan Israel yang baru, mengingat serangkaian serangan dilakukan oleh pasukan Israel dan pemukim ilegalnya di wilayah Tepi Barat dan Al-Quds, Palestina.

Pekan lalu, koalisi delapan partai politik Israel telah mengangkat Naftali Bennett, pimpinan Partai Yamina yang berarus sayap kanan, untuk memimpin pemerintahan Israel selama dua tahun ke depan yang akan dilanjutkan oleh Yair Lapid yang beraliran tengah untuk dua tahun setelahnya.

Pernyataan Kemenlu Palestina juga mengkritik Pemerintah AS karena gagal menekan Israel untuk menghentikan agresinya.

“Pemerintah AS dan beberapa pihak internasional lebih memilih untuk menahan diri daripada memberikan tekanan kepada pemerintahan baru Israel untuk menghentikan agresi dan pembangunan pemukiman (Israel).”

 

Di bawah Kesepakatan Oslo 1995 antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Tepi Barat, termasuk Al-Quds Timur, dibagi menjadi tiga bagian – Area A, B, dan C – di mana Area C di bawah kendali administratif dan keamanan Israel sampai sebuah kesepakatan status akhir dicapai dengan Palestina.

Pada pekan lalu, Bennett mengatakan pemerintahannya akan mendukung pembangunan pemukiman Israel di semua wilayah Tepi Barat, termasuk wilayah yang diklasifikasikan sebagai ‘Area C’. (T/S: Anadolu)