Keluarga Palestina di Sheikh Jarrah Tolak Status ‘Penyewa yang Dilindungi’ yang Ditawarkan Pengadilan Israel

Dengan terus membayar sewa tanah kepada organiasi Zionis, Pengadilan Israel dikabarkan akan menjamin keberadaan warga Palestina di Sheikh Jarrah

Keluarga Palestina di Sheikh Jarrah Tolak Status ‘Penyewa yang Dilindungi’ yang Ditawarkan Pengadilan Israel

Al-Quds, AAI - Mahkamah Agung Israel pada Selasa kemarin (2/8) menawarkan status ‘penyewa yang dilindungi’ kepada warga Palestina di Sheikh Jarrah, Al-Quds, jika mereka membayar sewa kepada organisasi pemukim Zionis yang mengklaim kepemilikan tanah tempat rumah mereka dibangun.

Dengan status yang ditawarkan tersebut, warga Palestina di Sheikh Jarrah tidak dapat diusir di masa mendatang dan rumah mereka akan terbebas dari ancaman penghancuran, selama mereka membayar sewa kepada organisasi Zionis yang mengklaim memiliki tanah itu.

Tentu keluarga Palestina pemilik rumah di Sheikh Jarrah menolak tawaran tersebut. Mereka juga keberatan dengan klaim kepemilikan sepihak dari organisasi pemukim Zionis, Nahalat Shimon, atas tanah Sheikh Jarrah dan segala rencana penggusuran warga Palestina dari sana. Warga Palestina mengatakan mereka menginginkan pengakuan hak mereka atas properti tersebut, berupa tanah dan bangunan di atasnya.

“Mereka memberikan banyak tekanan pada kami untuk mencapai kesepakatan dengan pemukim Israel, di mana kami akan menyewa dari organisasi pemukim Zionis,” kata Muhammad El-Kurd, dari salah satu keluarga Palestina yang terancam terusir dari Sheikh Jarrah.

“Tentu saja tawaran ini kami tolak.”

Pengacara yang mewakili keluarga Palestina di Sheikh Jarrah menolak klaim Israel atas properti milik mereka, namun ia masih berharap kesepakatan masih dapat ditemukan.

“Tujuan utama keluarga Palestina ini adalah untuk mempertahankan dan mengamankan kehadiran mereka di rumah mereka,” kata Sami Irshad kepada BBC sebagaimana dilansir pada hari ini (3/8).

“Jadi jika resolusi akan dihadirkan oleh pengadilan, mungkin bukan deklarasi penuh tentang hak-hak warga Palestina, setidaknya diharapkan bisa menjadi sesuatu yang memuaskan bagi keluarga Palestina ini.”

Pengadilan menunda keputusan dalam upaya menjembatani posisi kedua kubu. Para hakim pun meminta warga Palestina untuk mempersiapkan daftar penyewa di Sheikh Jarrah yang potensial untuk dilindungi. (T/S: Palestine Chronicle, BBC)