Keluarga Al-Quds Terpaksa Hancurkan Rumah Mereka Agar Tak Direbut Pemukim Israel

Pengadilan Israel mengabulkan klaim kepemilikan organisasi pemukim Yahudi atas tanah mereka

Keluarga Al-Quds Terpaksa Hancurkan Rumah Mereka Agar Tak Direbut Pemukim Israel

Al-Quds, AAI - Keluarga Palestina di Beit Hanina, utara Al-Quds, terpaksa menghancurkan rumah mereka sendiri karena khawatir tempat tinggalnya akan direnggut oleh pemukim Zionis setelah pengadilan Israel memutuskan bahwa organisasi Yahudi memiliki tanah yang di atasnya dibangun rumah tersebut.

Pengadilan penjajah Israel memerintahkan keluarga Abdullah Khader untuk mengosongkan rumah mereka di lingkungan Al-Ashqaria, Beit Hanina, setelah mengabulkan klaim organisasi Yahudi bahwa rumah itu dibangun di atas tanah milik Israel.

Keluarga Khader telah mengajukan banding ke pengadilan Israel atas klaim organisasi Yahudi atas tanah di mana rumah mereka didirikan, mereka pun membawa dokumen kepemilikan atas tanah tersebut. Namun pengadilan Israel tetap mempertahankan keputusannya yang mendukung klaim organisasi Yahudi atas tanah mereka, pengadilan pun meminta mereka untuk mengosongkan rumah tersebut.

Keluarga Al-Khader terdiri dari 25 anggota keluarga dan hunian mereka terdiri dari 5 unit apartemen untuk 5 keluarga.

Alaa, putra Abdullah Khader, mengatakan bahwa keluarganya terpaksa harus menghancurkan sendiri rumah mereka karena khawatir pemukim Israel akan mengambil alihnya.

Keluarga Khader secara turun temurun telah tinggal di rumah tersebut selama 70 tahun. Dan sejak 2013, rumahnya berada di bawah bayang-bayang ancaman kebijakan diskriminatif dari penjajah Israel, berupa pengusiran dan penggusuran paksa.

Sejak awal tahun 2021, Al-Quds menghadapi eskalasi penghancuran rumah hunian milik warga Palestina di sana oleh otoritas penjajah Israel dengan dalih tidak adanya izin bangunan.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Menteri Al-Quds Fadi Al-Hadmi pada Rabu (11/8), penjajah Israel telah menghancurkan lebih dari 81 bangunan milik warga Palestina di Al-Quds Timur sejak awal tahun ini. (T/S: Middle East Monitor, Quds News)