Kapasitas Rumah Sakit di Palestina Penuh Akibat Covid-19

Kapasitas Rumah Sakit di Palestina Penuh Akibat Covid-19
Warga Palestina yang mengenakan masker duduk di sebuah rumah sakit di Gaza (Foto: Reuters)

Ramallah, AAI - Kapasitas rumah sakit di Palestina telah penuh dan unit perawatan intensif (ICU) beroperasi pada kapasitas 100 persen dengan pasien virus Corona di beberapa daerah Tepi Barat yang diduduki Israel. Demikian yang diungkapkan Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh, pada hari Selasa (9/3).

Beberapa kota di Palestina telah memberlakukan pembatasan penuh selama dua pekan terakhir untuk mengendalikan infeksi Covid-19 yang melonjak. Namun di saat yang sama, Israel mulai mencabut pembatasan dan melanjutkan kampanye vaksinasi.

“Persentase hunian rumah sakit di beberapa daerah telah mencapai lebih dari 100 persen,” ucap Shtayyeh di Ramallah.

“Jumlah pasien positif dan jumlah kematian meningkat setiap hari. Hal ini memaksa kami untuk mengambil tindakan tegas, langsung, dan belum pernah terjadi sebelumnya,” lanjut Shtayyeh.

Tepi Barat dan Gaza, rumah bagi 5,2 juta warga Palestina, baru menerima sekitar 34.700 dosis vaksin hingga saat ini. Sementara itu di Israel, restoran pada hari Ahad mulai dibuka kembali karena negara tersebut terus melakukan vaksinasi massal dengan cepat.

Banyak warga Palestina yang berpendapat bahwa Israel mengabaikan kewajibannya sebagai otoritas pendudukan dengan tidak memasukkan mereka dalam vaksinasi massal.

Database Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa 226.735 kasus virus Corona telah tercatat sejak virus tersebut menyebar pada tahun lalu. Sebanyak 200.793 pasien telah pulih, namun sebanyak 2.400 pasien mengalami kematian. (T/S: Alarabiya)