Israel Larang Masuk Vaksin Covid-19 Ke Gaza

Israel melarang masuknya vaksin Covid-19 ke Jalur Gaza, menurut Menteri Kesehatan Palestina Mai Al-Kaila

Israel Larang Masuk Vaksin Covid-19 Ke Gaza
Vaksin Sputnik V asal Rusia (Foto: Reuters)

Gaza, AAI - Menteri Kesehatan Palestina Mai Al-Kaila, mengumumkan pada Senin (15/2) bahwa Israel melarang masuknya vaksin Covid-19 ke Jalur Gaza. Ia mengatakan, “Hari ini, 2.000 dosis vaksin Covid-19 asal Rusia (Sputnik V) telah dikirimkan ke Jalur Gaza, tetapi Otoritas Pendudukan Israel mencegahnya.”

Ia menjelaskan bahwa dosis tersebut ditujukan untuk tenaga medis yang bekerja di ICU yang diperuntukkan bagi pasien Covid-19, dan pekerja di unit gawat darurat, sebagaimana yang diwartakan oleh TRTArabi.

Al-Kaila menganggap Israel bertanggung jawab penuh atas tindakan ini yang mengakibatkan tertahannya pasokan vaksin ke Gaza. Ia menggambarkannya sebagai tindakan “sewenang-wenang, bertentangan dengan semua hukum dan perjanjian internasional.”

Pemerintah Palestina dan Kementerian Kesehatannya sedang berkomunikasi dengan sejumlah organisasi internasional untuk memasukkan vaksin secepat mungkin ke Jalur Gaza, menurut pernyataannya.

Ini adalah kloter pertama vaksin Covid-19 ke Gaza, di mana sektor kesehatannya menderita akibat 14 tahun diblokade Israel. Gaza kekurangan obat-obatan dan persediaan medis yang memadai, sehingga kawasan tersebut hanya memiliki peluang kecil dalam menghadapi wabah virus Corona.

Pada 4 Februari lalu, Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa mereka telah mendapatkan 10.000 dosis vaksin Sputnik V. Kementerian juga memastikan bahwa sejumlah vaksin baru akan tiba di Palestina dalam beberapa hari mendatang, tanpa menentukan tanggal.

Hingga Senin kemarin, jumlah total infeksi Covid-19 di Palestina mencapai 190.316 kasus, termasuk 2.133 kasus kematian. 53.593 kasus di antaranya tercatat di Gaza, dan dari padanya terdapat 537 kasus kematian. (T/S: trtarabi)