Israel Lancarkan Serangan Udara ke Lebanon

Serangan udara Israel ke Lebanon ini merupakan yang pertama kalinya dalam 7 tahun terakhir

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Lebanon

Beirut, AAI - Untuk pertama kalinya dalam 7 tahun terakhir, pesawat tempur Angkatan Udara penjajah Israel pada Kamis dini hari (5/8) melancarkan serangan udara ke negara tetangga mereka, Lebanon.

Militer Israel mengatakan serangan tersebut merupakan serangan balasan atas roket yang diluncurkan dari Lebanon ke arah wilayah jajahan mereka. Sementara militer Lebanon mengatakan situs yang diserang Israel itu adalah lokasi peluncuran roket.

Serangan itu merupakan balasan atas tembakan proyektil ke Israel dari wilayah Lebanon sebelumnya. Dua roket yang diluncurkan dari Lebanon pada Rabu (4/8) menghantam Israel yang dibalas dengan tembakan artileri.

Pada Rabu kemarin (4/8), dua roket yang telah diluncurkan dari Lebanon menghantam Israel yang dibalas dengan tembakan artileri.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam serangan roket itu. Sebagai respon balasan, militer Israel pada Kamis mengatakan jet tempurnya menyerang situs peluncuran dan infrastruktur yang digunakan untuk meluncurkan roket dari Lebanon.

Militer Israel menyebutkan, pesawat tempur mereka juga menyerang sasaran lain di daerah yang menjadi sumber tembakan roket di masa sebelumnya. TV Al-Manar Lebanon melaporkan, pesawat-pesawat tempur Israel telah melakukan dua serangan di pinggiran kota Mahmudiya di Lebanon, sekitar 12 kilometer dari perbatasan Israel.

Perbatasan itu sebagian besar sepi sejak Israel berperang pada 2006 melawan Hizbullah yang memiliki roket canggih. Namun, faksi-faksi kecil Palestina di Lebanon telah menembakkan secara sporadis ke Israel pada masa lalu, termasuk dua roket yang diluncurkan ke Israel pada Juli kemarin.

Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan serangan udara Israel ini adalah yang pertama kalinya menargetkan desa-desa Lebanon sejak 2006. Baginya ini menunjukkan eskalasi niat agresi penjajah Israel.

Aoun juga mengatakan dalam tweet nya, bahwa serangan itu merupakan ancaman langsung terhadap stabilitas dan keamanan Lebanon dan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. (T/S: Palestine Chronicle, France24)