Israel Gencar Lakukan Normalisasi, KAMMI: Hati-hati, Jangan Jadi Pengkhianat

Israel Gencar Lakukan Normalisasi, KAMMI: Hati-hati, Jangan Jadi Pengkhianat

Jakarta - Langkah Uni Emirat Arab menerima proposal normalisasi dengan Israel pada 13 Agustus lalu kini diikuti oleh Bahrain. 

Keluarga Khalifah dalam pengumumannya pada 11 September lalu secara resmi menormalisasi hubungan diplomatiknya dengan Penjajah Israel dan menempatkannya sebagai negara Arab kedua pada dekade ini yang melakukan langkah tersebut.

Hilal Ardiansyah, Ketua Pengembangan Wawasan Keislaman PP KAMMI dalam keterangannya menjelaskan bahwa normalisasi hubungan Isreal merupakan langkah strategis Wasington untuk mensukseskan proposal Deal of Century yang beberapa waktu lalu mengemparkan dunia Islam.

"Nggak heran jika negara-negara Teluk yang selama ini berlindung di balik Wasington ramai-ramai menerima normalisasi hubungannya dengan Isreal", papar Hilal (16/9).

Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan negara Teluk lainnya mengikuti langkah UEA dan Bahrain terutama Mesir.

"Mesir juga memuji kesepakatan normalisasi hubungan itu. Bahkan menganggap bahwa normalisasi adalah solusi yang adil dan permanen untuk Palestina, Jadi ya kita tunggu saja", Lanjut Hilal.

Melihat fenomena tersebut, Hilal menilai  bahwa ini merupakan sebuah pengkhianatan kepada Palestina yang seharusnya tidak terjadi.

"Menurut saya ini sebuah pengkhianatan, harusnya merekalah (negara-negara tetangga Palestina) yang membela Palestina bukan malah menikam dari belakang", tegas hilal.

Ketua Bidang Keumatan dan Wawasan Keislaman PP KAMMI Ibadurrahman, Lc. menambahkan bahwa Indonesia harus bersikap tegas terhadap proposal normalisasi tersebut, jangan ikut-ikutan negara lain, karena Indonesia punya hutang budi kepada Palestina saat dulu mencari dukungan untuk merdeka.

"Indonesia harus bersikap tegas. Jangan ikut-ikutan. Ingat pembukaan UUD 1945 bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Kita juga punya hutang budi pada mereka. Sampai kapanpun kita tidak akan mampu untuk membalasnya", pungkas Ibad.

Sumber : PP KAMMI