Ditahan di Penjara Israel, Ibu Palestina Tak Dapat Merayakan Idul Adha dengan Anak-anak Mereka

Mereka ditangkap karena melakukan perlawanan terhadap penjajahan yang dilakukan Israel

Ditahan di Penjara Israel, Ibu Palestina Tak Dapat Merayakan Idul Adha dengan Anak-anak Mereka
Israa Jaabis (memakai baju oranye). Dijatuhi hukuman 11 tahun penjara oleh pengadilan Israel. Ia merupakan ibu dari satu orang anak.

Tepi Barat, AAI - Di saat umat Islam di seluruh penjuru dunia merayakan Hari Raya Idul Adha tahun ini, sebanyak 12 ibu Palestina yang ditahan di penjara Israel tidak diberikan izin untuk merayakan kesempatan tersebut bersama anak-anak mereka.

Mereka ditangkap oleh penjajah Israel karena upaya perlawanannya terhadap penjajahan yang dilakukan Israel yang telah merampas hak-hak mereka.

12 ibu Palestina, dari total 41 tahanan wanita Palestina di penjara Israel, tidak hanya menderita berbagai penderitaan fisik di dalam penjara, mereka juga menderita secara psikis salah satunya karena tidak dapat merayakan hari raya bersama anak-anak mereka pada kesempatan kali ini. Mereka tidak dapat menemani anak-anak mereka merayakan Idul Adha sebagaimana ibu lainnya di luar sana.

Berikut adalah daftar para ibu Palestina yang saat ini mendekam di dalam penjara Israel:

  • Israa Jaabis, dari Al-Quds. Harus mendekam di penjara Israel selama 11 tahun. Ia merupakan ibu dari satu orang anak.
  • Khaleda Jarrar, dari Ramallah, dijatuhi hukuman dua tahun penjara. Ia merupakan ibu dari dua orang puteri. Pada pertengahan bulan Juli ini salah satu puterinya meninggal, dan otoritas penjajah Israel menolak untuk memperkenankan Khaleda menghadiri pemakaman puterinya.
  • Fadwa Hamadeh, dari Al-Quds. Dijatuhi hukuman penjara 10 tahun. Ia merupakan ibu dari lima orang anak.
  • Amani Hashim, dari Al-Quds. Dijatuhi hukuman penjara 10 tahun. Ia merupakan ibu dari dua orang anak.
  • Hilweh Hamamreh, dari Bethlehem. Dijatuhi hukuman penjara selama 6 tahun. Ia merupakan ibu dari satu orang puteri.
  • Nisreen Hassan, dari Gaza. Dijatuhi hukuman 6 tahun penjara. Ia merupakan ibu dari tujuh orang anak.
  • Inas Asafreh, dari Hebron. Dijatuhi hukuman penjara selama 30 bulan. Ia merupakan ibu dari dua orang anak.
  • Aya Khatib, dari Palestina48. Saat ini menjalani hukuman penjara. Ia merupakan ibu dari dua orang anak.
  • Iman Awar, dari Al-Quds. Dijatuhi hukuman 22 bulan penjara. Ia merupakan ibu dari enam orang anak.
  • Khitam Saafin, dari Ramallah. Ia ditahan secara administratif (tanpa adanya tuduhan atau putusan pengadilan). Ia merupakan ibu dari tiga orang anak.
  • Shurouq Badan, dari Bethlehem, ditahan oleh Israel secara administratif. Ia merupakan ibu dari seorang anak.
  • Anhar AlHajjeh, dari Ramallah. Dirinya ditangkap Israel pada 8 Maret lalu. Ia merupakan ibu dari seorang anak dan saat ini sedang mengandung 7 bulan.

Saat ini anak-anak Palestina merindukan sosok ibu mereka yang dipenjarakan oleh penjajah Israel. Bahkan para ibu mengalami kondisi psikologis yang berat, sebagai akibat dari tingkat kecemasan dan stres yang tinggi. Mereka terus-menerus memikirkan kondisi anak-anak mereka dari balik jeruji besi dan bagaimana mereka hidup tandap sosok ibu mereka.

Otoritas penjajah Israel saat ini menahan 4.850 warga Palestina di dalam penjara mereka. 540 di antaranya merupakan tahanan administratif, 225 merupakan anak-anak di bawah umur dan 41 wanita. (T/S: Quds News)