Apa yang Terjadi di Silwan, Al-Quds? Upaya Zionis Mengusir Penghuninya Seperti di Sheikh Jarrah

7.500 warga Palestina di Silwan terancam pengusiran paksa oleh penjajah Israel

Apa yang Terjadi di Silwan, Al-Quds?  Upaya Zionis Mengusir Penghuninya Seperti di Sheikh Jarrah

Al-Quds, AAI - Silwan merupakan kota yang paling dekat dengan tembok bersejarah Al-Quds dan dinding selatan Masjid Al-Aqsa. Tanahnya membentang sampai ke kawasan Khan Al-Ahmar antara Al-Quds dan Jericho. Daerah tersebut dulu dinamai Khan Al-Salawneh sebelum akhirnya penjajah Israel merampas sebagian besar tanah di sana, dan hingga kini hanya menyisakan 12 lingkungan dengan luas 564 hektar.

Terdapat 59 ribu warga Palestina yang tinggal di Silwan, ditambah 2.800 pemukim ilegal Zionis yang ditempatkan oleh Zionis Israel di 78 pos pemukiman di sana, sebagaimana disampaikan oleh Fakhri Abu Diab yang merupakan anggota Komite Pertahanan Wilayah Silwan.

Silwan menghadapi nasib yang serupa dengan yang dihadapi Sheikh Jarrah berupa penggusuran dan pengusiran paksa warga Palestina yang tinggal di sana oleh penjajah Israel.

Sebanyak 7.500 warga Palestina di Silwan terancam pengusiran paksa. Mereka diancam untuk menghancurkan rumah mereka sendiri dengan alasan tidak memilik izin bangunan dan juga diancam akan diusir dari Silwan untuk kepentingan organisasi pemukim Zionis.

Para pemukim Zionis menyebut Silwan dengan kota ‘Daud atau David’ dengan dalih bahwa dalam kepercayaan mereka Nabi Daud mendirikan kerajaan di sana, dan oleh karenanya mereka mengklaim memiliki hak untuk kembali dan mendirikan perkampungan Yahudi di sana.

Upaya penggusuran yang dilakukan penjajah Israel di Silwan akan mengakibatkan ratusan keluarga Palestina terusir dari rumah mereka sendiri di sana. Para aktivis Palestina pun menyerukan kampanye ‘Save Silwan’ untuk mempertahankan tanah mereka.

Mengapa Silwan?

Awal mula dari apa yang terjadi di Silwan adalah penjajah Israel berusaha untuk merebut daerah tersebut agar dijadikan sebagai gerbang selatan kuil Zionis yang mereka klaim berada di bawah Masjid Al-Aqsa. Hingga kini upaya ekstensif sedang dilakukan Israel untuk meyahudisasi seluruh area Silwan.

Apa yang terjadi?

Menurut aktivis Palestina yang juga merupakan Direktur Pusat Informasi Wadi Hilweh di Al-Quds, Jawad Siam, upaya yahudisasi Silwan telah dimulai sejak Perang 1948 dan juga tahun 1967 di mana tanah petani Palestina di sana banyak yang dirampas oleh penjajah Israel.

Mereka pun mencoba untuk mengubah tanah rampasan tersebut menjadi pemukiman Yahudi milik mereka dan membangun jalan menuju kuil Zionis yang mereka duga ada di bawah Al-Aqsa, walau sejarah menegaskan bahwa Silwan merupakan pintu masuk selatan Masjid Al-Aqsa.

Berbagai bentuk usaha kembali dilakukan penjajah Israel untuk merebut Silwan. Salah satu bentuknya adalah mereka secara sepihak mengklaim kepemilikan beberapa rumah tua di sana. Mereka juga mencoba memikat untuk membeli rumah warga Palestina di sana dengan harga yang mahal. Mereka juga berupaya untuk merampas dan merebut rumah yang pemiliknya tidak ada dalam waktu lama.

Sementara itu Abu Diab mengatakan, hingga saat ini, petugas dari otoritas penjajah Israel di Al-Quds telah melayangkan 6.817 perintah penghancuran rumah milik warga Palestina di Silwan.

Dari 12 lingkungan di Silwan, 6 di antaranya merupakan lingkungan yang paling riskan menghadapi pengusiran paksa oleh penjajah Israel, yaitu Wadi Hilweh, Al-Bustan, Batn Al-Hawa, Wadi Al-Rababah, Wadi Yasoul dan ‘Ain Al-Loza.

Proyek Zionis atas Silwan

Peneliti Urusan Pemukiman Zionis, Ahmed Sub Laban mengatakan, Silwan menjadi sasaran pemukiman Zionis melalui proyek-proyek yang dijalankan oleh otoritas Israel secara langsung atau melalui kumpulan organisasi pemukim Zionis yang dipimpin oleh Elad dan Ateret Cohanim.

Silwan saat ini menghadapai 10 proyek pemukiman, beberapa di antaranya telah dijalankan dan sisanya masih menunggu persetujuan Departemen Perencanaan dan Pembangunan Israel.

Proyek yang paling menonjol adalah proyek wisata dengan membangun sebuah kota yang mereka beri nama ‘Kota Daud’. Proyek ini sangatlah dibanggakan oleh Israel, darinya Israel memperkirakan sekitar satu juta turis domestik dan asing akan berdatangan ke sana setiap tahunnya.

“Melalui proyek-proyek ini, Israel ingin mencuci otak para turis yang datang ke sana dengan menciptakan karakter Yahudi di atas mau pun di bawah tanah Silwan. Dan cerita tentangnya akan dikendalikan oleh pemandu wisata Israel,” ucap Ahmed.

Upaya warga Palestina mempertahankan Silwan

Beberapa aksi protes dan konfrontrasi antara warga Palestina dan penjajah Israel telah terjadi di Silwan, akibat dari upaya yahudisasi daerah tersebut selama bertahun-tahun. Hingga kini ketegangan dan konfrontasi masih terus terjadi, menyusul makin massifnya upaya Israel untuk merampas tanah Silwan.

“Kami mendirikan tenda untuk aksi protes pertama kali pada tahun 2005. Pada tahun 2009 terjadi bentrokan dan banyak warga Palestina yang syahid. Dan sekarang, penjajah Israel telah memperbarui upaya mereka untuk meyahudisasi lingkungan tersebut dan mengubahnya menjadi pintu masuk yang mengarah ke kuil mereka,” ungkap Jawad Siam. (t.aai/Aljazeera, elwatan)