Ahli Mikrobiologi dan Imunologi Gaza Ungkap Hasil Vaksinasi Corona

Ahli Mikrobiologi dan Imunologi Gaza Ungkap Hasil Vaksinasi Corona
Vaksin Sputnik V (Ilustrasi: Anadolu)

Gaza, AAI - Ahli mikrobiologi dan imunologi di Gaza Palestina, Walid Al-Basha, membeberkan rincian hasil vaksinasi Sputnik V asal  Rusia untuk kelompok sasaran tertentu pada Kamis (18/2). Sebelumnya pada Rabu (17/2), Israel memutuskan untuk mengizinkan Otoritas Palestina mengirimkan gelombang pertama vaksin virus Corona ke Jalur Gaza, setelah mereka melarangnya pada Senin.

Ia mengatakan dalam pernyataannya kepada radio Voice of Jerusalem pada Kamis malam, “Kami membutuhkan 4 pekan atau 50 hari untuk membentuk kekebalan yang dapat menghadang virus Corona.”

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada kasus serius yang tercatat akibat vaksinasi. Ia menjelaskan bahwa demam tinggi, pusing dan lain-lain merupakan reaksi kekebalan tubuh dan bukan akibat vaksinasi.

Walid Al-Basha menyatakan bahwa jika vaksinasi tidak berhasil, maka tidak akan membahayakan dan tidak akan menyebabkan penyakit yang serius bagi kesehatan seseorang, mengingat bahwa terdapat perbincaangan tak berdasar yang menyatakan beberapa vaksin mempengaruhi ‘pigmen genetik’ seseorang.

Menurutnya, siapa pun yang terinfeksi virus Corona akan memiliki kekebalan selama 6 bulan setelah dinyatakan negatif. Setelah periode tersebut ia hanya perlu vaksinasi satu kali, bukan dua kali, dengan tujuan mengaktifkan kekebalan tubuhnya. Jikalau seseorang belum terinfeksi Corona, maka ia perlu menerima vaksin dalam dua tahap.

Ia menegaskan, secara global tidak ada gejala dan komplikasi serius pada kesehatan anak-anak akibat virus tersebut. (T/S: Paltimeps)