71 Tahun Sejak Knesset Sahkan UU Migrasi Yahudi ke Palestina

The Law of Return menjadi pintu bagi maraknya imigran ilegal Yahudi memasuki bumi Palestina

71 Tahun Sejak Knesset Sahkan UU Migrasi Yahudi ke Palestina
Imigran ilegal Yahudi asal Amerika Utara tiba di Israel

Tepi Barat, AAI - Hari ini (5/7) menandai peringatan 71 tahun pemberlakuan ‘UU Kepulangan’ oleh parlemen penjajah Israel (Knesset). UU tersebut memperbolehkan orang Yahudi dari seluruh dunia untuk datang dan menduduki tanah milik Palestina.

UU rasis tersebut, yang disebut juga sebagai The Law of Return, disahkan oleh Knesset pada tahun 1950. UU tersebut bertujuan untuk memuluskan keberhasilan proyek Zionis untuk mendirikan negara di wilayah jajahan mereka di Palestina, dan mengusir para warga Palestina dari tanah mereka serta menggantikannya dengan orang-orang Yahudi dari berbagai penjuru dunia.

Knesset menyetuji RUU Kepulangan pada 5 Juli 1950, dan mulai berlaku keesokan harinya.

UU tersebut telah mengalami dua kali amandemen, yang pertama terjadi pada Agustus 1954 dan yang kedua pada Maret 1970. UU ini membuka pintu selebar-lebarnya bagi para imigran ilegal Yahudi untuk pergi ke Palestina dan menetap di sana, serta memberikan mereka kewarganegaraan Israel dengan segera.

Pada tahun 1970 UU tersebut diamandemen untuk memasukkan orang asli Yahudi dan pasangan mereka. Di sisi lain, warga Palestina kehilangan hak untuk kembali ke tanah mereka dan hak kewarganegaraan mereka di tanah kelahiran mereka.

The Law of Return menetapkan, “adalah hak bagi orang Yahudi untuk datang ke Palestina, dan kedatangan mereka haruslah difasilitasi.”

UU ini akhirnya memberikan landasan hukum bagi salah satu tujuan gerakan Zionis, yaitu menyelesaikan permasalahan ‘bangsa Yahudi’ dengan mendirikan tanah air bagi mereka dengan cara menjajah dan menduduki teritori Palestina.

Melalui UU ini juga doktrin gerakan Zionis termanifestasikan sebagaimana tertuang dalam ‘Deklarasi Kemerdekaan Israel’. (T/S: Safa News)