7 Fakta Mimbar Nuruddin Az-Zanky

7 Fakta Mimbar Nuruddin Az-Zanky
Tim Pemahat Replika Mimbar Nuruddin Az-Zanky

7 Fakta Mimbar Nuruddin Az-Zanky

Penyusun : Rafif Kamal

Sumber : Aqsapedia, Adara Relief, dan Al-Jazeera Arabic

Fakta Pertama :

Mimbar Nuruddin Az-Zanky menempati Masjid Al-Qibly hampir selama 800 tahun. Mimbar ini diletakkan sejak pembebasan Al-Aqsha dari pasukan salib oleh Shalahuddin Al-Ayyubi tahun 1187 M hingga hangus terbakar pada tahun 1969 M.

Fakta Kedua :

Mimbar Nuruddin Az-Zanky sering disebut sebagai Mimbar Shalahuddin. Penamaan ini dirasa kurang tepat, karena Nuruddin Az-Zanky lah yang memerintahkan pembuatan mimbar ini untuk diletakkan dalam Masjid Al-Qibly  tahun 1168 M (19 tahun sebelum Al-Aqsha dibebaskan), walaupun pada akhirnya Nuruddin Az-Zanky wafat sebelum dapat merealisasikan cita-cita luhurnya. Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi ketika membebaskan al-Quds (1187 M) mengetahui bahwa Nuruddin telah membuat mimbar untuk diletakkan di masjid Al-Aqsha, beliau memerintahkan untuk membawa mimbar tersebut dari Kota Aleppo menuju Al-Quds.

Fakta Ketiga :

Mimbar Nuruddin Az-Zanky dibuat di kota Aleppo (Halb) yang berjarak 658 Kilometer dari Kota Al-Quds. Aleppo sekarang termasuk dalam Suriah. Ini adalah sikap teladan dan kesatria dari Shalahuddin Al-Ayyubi yang melanjutkan nadzar Nuruddin untuk memboyong mimbar ke Masjid Al-Aqsa di hari pembebasannya. Sebuah sikap mengenyampingkan kepentingan popularitas pribadi dan pesan kuat bahwa perjuangan ini adalah bagian dari rangkaian perjuangan para pendahulu.

Fakta Keempat :

Setelah terbakar pada tahun 1969 M, Masjid Al-Qibly menggunakan mimbar pengganti sementara yang terbuat dari besi. Mimbar sementara ini menempati Masjid Al-Qibly kurang lebih selama 38 tahun (1969 M – 2007 M)

Fakta Kelima :

Pada 1993, Raja Yordania Husein bin Talal memerintahkan untuk dibuatkan kembali Mimbar Nuruddin Az-Zanky. Tahun 1999 Raja Husein wafat, dan proyek ini dilanjutkan oleh anak beliau yang juga menjadi penerus Raja Yordania, Al-Malik Abdullah II bin Husein. Dari tahun 1993 hingga 2002, pembuatan replika mimbar belum dimulai karena panitia pelaksana proyek berfokus pada riset dan desain replika mimbar. Barulah pada tahun 2002 proyek pembuatan mimbar dimulai dan selesai pada tahun 2007.

Fakta Kelima :

Fakultas Seni  Tradisional Islam Universitas Balqa, Yordania mengadakan sayembara untuk para ahli ukir dan seniman sedunia untuk menjalankan proyek pengukiran mimbar. Perwakilan Indonesia mengirimkan contoh ukiran dan akhirnya terpilih sebagai tim pengukir mimbar bersama beberapa negara lainnya. Tim Indonesia yang tergabung dalam tim pengukir adalah Bapak Abdul Mutholib, Zaenal Arifin dan Ali Ridho, Sarmidi dan Mustafid Dinul Aziz warga Desa Tegal Sambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

Fakta Keenam :

Di bagian kiri tempat khatib naik mimbar terdapat tulisan tentang sejarah pembuatan mimbar. Tulisannya berbunyi: 

 

” بسم الله الرحمن الرحيم ، أمر بعمله العبد الفقير إلى رحمته الشاكر لنعمته المجاهد فى سبيله المرابط لإعلاء دينه الملك العادل نور الدين ركن الإسلام والمسلمين منصف المظلومين من الظالمين أبو القسم محمود بن زنكى بن آق سنقر ... فى شهور سنة أربع وستين وخمسمائة. “

 

“Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Maya Penyayang. Memerintahkan pekerjaannya oleh Hamba yang butuh rahmat-Nya, yang bersyukur atas nikmat-Nya, yang berjuang di jalan-Nya, yang beribadah untuk meninggikan agama-Nya, Al-Malik Al-‘Adil Nuruddin, pondasi Islam dan Muslimin, yang berbuat adil kepada orang-orang yang dizalimi dari tangan-tangan orang zalim, Abu Al-Qasam Mahmud bin Zanky bin ‘Aq Sanqar… pada tahun 564 H.” 

 

Fakta Ketujuh :

Terdapat tulisan ayat Al-Qur’an yang berada di sebelah kanan ketika khatib naik mimbar. Tulisannya berbunyi: 

 

}إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (النحل:90).

 

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berbuat adil dan kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. An-Nahl: 90)