5.000 Warga Gaza Kehilangan Pekerjaan Akibat Agresi Zionis Kemarin

Agresi memperburuk kondisi ekonomi Gaza yang telah menurun akibat pandemi Covid-19

5.000 Warga Gaza Kehilangan Pekerjaan Akibat Agresi Zionis Kemarin
(Foto: REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)

Gaza, AAI - Militer penjajah Israel, pada agresi mematikan yang berlangsung 11 hari pada Mei kemarin, telah menghancurkan 20 pabrik di Jalur Gaza, Palestina.  

Ketua Umum Federasi Serikat Buruh di Gaza, Sami Al-Amasi, membenarkan bahwa sedikitnya 20 pabrik di Jalur Gaza telah hancur dan menyebabkan 5.000 warga Palestina di sana kehilangan pekerjaannya.

Dalam pernyataannya, Al-Amasi mengungkapkan bahwa agresi Israel kemarin memberikan pukulan telak yang sangat berdampak pada sector ekonomi di Jalur Gaza.

Agresi tersebut memperburuk kondisi ekonomi di Jalur Gaza yang terblokade selama lebih dari satu dekade, terlebih dengan meningkatnya kesulitan ekonomi akibat pandemic Covid-19.

Al-Amasi merasa bahwa ekonomi Jalur Gaza adalah target utama serangan udara Israel, mengingat kantor berbagai perusahan yang berada di gedung-gedung menjadi sasaran pengeboman mereka.

Sementara itu, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak kepada hilangnya pekerjaan 160 ribu warga Palestina di Jalur Gaza selama satu tahun terakhir.

Kerugian ekonomi akibat pandemi di Jalur Gaza mencapai hampir 900 miliar rupiah, dan angka pengangguran meningkat hingga 55 persen.

Al-Amasi menyerukan kepada serikat pekerja dunia Arab, Islam dan Internasional untuk mendukung perjuangan Palestina, karena mereka hingga kini masih berada di bawah tekanan penjajah Israel.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, 19 keluarga di Jalur Gaza telah terhapus dari catatan sipil selama 11 hari agresi Israel karena telah syahid, termasuk 41 anak-anak dan 25 wanita.

Lebih dari 900 ribu warga Palestina mengungsi dari kediaman mereka. Sebagian besar infrastruktur Gaza dan banyak fasilitas lainnya hancur total, rata dengan tanah. (T/S: Qudsnen)