17 Tahanan Palestina di Penjara Israel Mogok Makan Menolak Penangkapan Mereka yang Diskriminatif

Mereka ditangkap secara tidak adil, tanpa adanya dakwaan ataupun putusan pengadilan

17 Tahanan Palestina di Penjara Israel Mogok Makan Menolak Penangkapan Mereka yang Diskriminatif
Para aktivis Palestina di Gaza menunjukkan solidaritas untuk saudara sebangsa mereka yang ditahan Israel. (Foto: Mahmoud Ajjour, The Palestine Chronicle)

Tepi Barat, AAI - Jumlah tahanan Palestina yang melancarkan aksi mogok makan di dalam penjara penjajah Israel bertambah menjadi 17 orang, sebagaimana diungkapkan Asosiasi Tahanan Palestina (PPS) pada hari Ahad (1/8).

Dalam pernyataannya, PPS mengatakan bahwa jumlah tahanan Palestina yang telah memulai aksi mogok makan sebagai protes atas penangkapan administratif mereka yang dilakukan tanpa adanya dakwaan ataupun putusan pengadilan telah bertambah menjadi 17 orang.

Sebelumnya, ada 14 tahanan Palestina yang melakukan aksi mogok makan, dan sekarang jumlahnya menjadi 17 orang. Kondisi kesehatan para tahanan yang mogok makan semakin memburuk, ungkap PPS.

Para tahanan memulai aksi mogok makan mereka dalam waktu yang berbeda. Per Ahad kemarin (1/8), seorang tahanan Palestina telah memasuki hari yang keempat, seorang lagi telah memasuki hari ke-21, dua tahanan lainnya memasuki hari ke-19 dan yang lainnya telah memasuki hari ke-13, 12 atau 18 dari aksi mogok makan mereka.

Sejak awal tahun 2021, sudah terdapat sekitar 40 tahanan Palestina yang melakukan aksi mogok makan sebagai protes atas penangkapan mereka oleh Israel tanpa adanya dakwaan ataupun pengadilan.

Penahanan administratif menurut hukum internasional adalah ilegal. Namun hingga kini penjajah Israel terus menggunakan mekanisme tersebut untuk menindas rakyat Palestina.

Israel secara rutin menggunakan penahanan administratif. Selama bertahun-tahun, dengan mekanisme tersebut,  mereka telah menjebloskan banyak warga Palestina ke dalam jeruji besi untuk jangka waktu yang bervariasi. Di antara mereka ada yang ditahan selama berbulan hingga bertahun-tahun lamanya. Mereka tidak diberitahu atas dasar apa mereka ditangkap, tanpa adanya bukti yang diperlihatkan sebagai alasan penangkapan mereka.

Maka, aksi mogok makan menjadi metode perlawanan tanpa kekerasan yang digunakan para tahanan Palestina untuk melindungi hidup dan hak asasi mereka. Aksi ini juga merupakan protes atas kebijakan diskriminatif yang diberlakukan penjajah Israel terhadap mereka di dalam penjara.

Terdapat sebanyak 4.850 tahanan politik Palestina di penjara-penjara Israel. 540 di antara para tahanan tersebut ditahan secara administratif tanpa adanya tuduhan dan putusan pengadilan, 225 lainnya adalah tahanan anak-anak dan 41 tahanan perempuan.

Hanya di bulan Juni kemarin, 615 warga Palestina ditahan oleh penjajah Israel, 92 di antara adalah anak di bawah umur dan 24 perempuan. Sementara 100 perintah penahanan administratif juga dikeluarkan.

Pada tahun 2020 saja, pasukan Israel telah menangkap 4.634 warga Palestina; di antaranya 543 anak-anak dan 128 perempuan, ditambah 1.114 perintah penahanan administratif.

Pada akhir Maret 2021, jumlah tahanan Palestina di penjara Israel mencapai 4.450 orang; di antaranya 37 perempuan, 140 anak-anak dan 40 tahanan administratif.

Pada akhir Mei 2021, jumlah tahanan Palestina mencapai 4.277 orang, di antaranya adalah 435 tahanan administratif. (T/S: Quds News)