100 Ribu Lebih Warga Palestina Tunaikan Sholat Idul Adha di Masjid Al-Aqsa

Syeikh Ikrimah Sabri dalam khutbahnya menyerukan umat Islam untuk terus menjaga Masjid Al-Aqsa

100 Ribu Lebih Warga Palestina Tunaikan Sholat Idul Adha di Masjid Al-Aqsa

Al-Quds, AAI - Sebanyak lebih dari 100 ribu warga Palestina pada Selasa (20/7) menunaikan Sholat Idul Adha di Masjid Al-Aqsa, kota Al-Quds. Puluhan warga lainnya juga melaksanakan sholat di sekitar Gerbang Al-Asbat karena pasukan Israel mencegat mereka masuk ke dalam Al-Aqsa.

“Lebih dari seratus ribu jama’ah melaksanakan Sholat Idul Adha yang berkahi di penjuru Masjid Al-Aqsa yang diberkahi,” ucap Departemen Wakaf Islam di Al-Quds dalam pernyataan singkatnya.

Sejak waktu subuh, para jama’ah warga Palestina berbondong-bondong menuju ke Masjid Al-Aqsa dari seluruh sudut kota Al-Quds. Bahkan di antara mereka ada yang datang jauh-jauh dari luar kota Al-Quds.

Mereka melantunkan takbir kemenangan di hari raya saat berjalan masuk dan keluar dari Masjid Al-Aqsa dan Kota Tua Al-Quds. Para orang tua turut membawa anak-anak mereka untuk meramaikan dan memeriahkan Hari Raya Idul Adha di Masjid Al-Aqsa, mereka pun tampak senang dan bergembira menyambut hari suci ini.

Sholat Idul Adha di Masjid Al-Aqsa kali ini diadakan setelah total seribuan lebih pemukim Zionis menyerbunya pada hari Ahad dan Senin kemarin.

Dalam khutbahnya, Syeikh Ikrimah Sabri mengatakan, “Kita telah diuji pada hari-hari penuh keberkahan ini dengan penistaan kesuciaan Masjid Al-Aqsa yang diberkahi, pelatarannya telah dinodai oleh para pemukim (Zionis) pada hari kemarin dan satu hari sebelumnya.”

Syeikh Ikrimah juga mengecam pernyataan PM Israel Naftali Bennett pada Ahad kemarin berkenaan dengan hak orang Yahudi dan umat Islam untuk beribadah di dalam Masjid Al-Aqsa.

Pada hari Senin, Kantor PM Bennett mencabut pernyataan tersebut. Mereka mengatakan bahwa umat Islam memiliki hak untuk beribadah di Masjid Al-Aqsa dan orang-orang Yahudi memiliki hak untuk berkunjung ke dalamnya.

“Dengan cara ini, (Bennett) ingin menunjukkan kekuatannya dan menyangkal sikap lemah dari dalam dirinya, semua itu dengan mengorbankan Masjid Al-Aqsa yang diberkahi dan ia memberikan intruksi untuk menggunakan kekerasan dan kekejaman terhadap hak umat Islam, termasuk penyerangan terhadapa niqab yang dilakukan secara tidak manusiawi,” lanjut Syeikh Ikrimah.

“PM Israel ingin memprovokasikan pertempuran agama di kota Al-Quds melalui pernyataannya yang tidak lazim dan melalui dukungannya terhadap penyerbuan ke Masjid Al-Aqsa.”

“Dari mimbar Masjid Al-Aqsa yang di berkahi ini, kita tegaskan penolakan kita terhadap pernyataan berbaha tersebut dan penolakan kita terhadap serbuan Zionis. Kita menyatakan bahwa orang yang telah disebut tadi (Bennett) bertanggung jawab penuh atas setiap eskalasi yang terjadi di kota Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa,” tambah Syeikh Ikrimah.

Beliau juga menyerukan kepada pemimpin dunia Islam untuk menjaga Al-Quds dan Al-Aqsa, “Kepada setiap pemimpin dunia Islam harus memikul tanggung jawab atas Al-Quds dan Al-Aqsa, karena Al-Aqsa adalah amanah yang tergantung di leher kalian. Sunggguh, Allah akan meminta pertanggungjawaban semua orang yang tidak mau memenuhi hak Al-Aqsa dan Al-Quds.”

Kemudian beliau menujukan khutbahnya kepada para jama’ah, “Kalian adalah para pelindung Al-Aqsa setelah Allah Swt… Al-Aqsa adalah bagian dari akidah kalian sebagaimana ia adalah bagian dari akidah dua miliar umat Islam di dunia.” (T/S: Anadolu)