UEA Buat Kesepakatn Dengan Israel Tanpa Libatkan Palestina

UEA Buat Kesepakatn Dengan Israel Tanpa Libatkan Palestina

Pemerintah UEA menyetujui perjanjian normalisasi dengan pendudukan Israel untuk membentuk hubungan diplomatik penuh antara Abu Dhabi dan "Tel Aviv", Senin (19/10) walau tanpa mengacu pada masalah Palestina.

UEA berada di belakang pengumuman normalisasi penuh dengan pendudukan Israel, dengan mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai imbalan atas pengabaian rencana untuk mencaplok tanah dari Tepi Barat yang diduduki dan lembah-lembah Palestina.

Kantor Berita UEA menyatakan, "Kabinet bersidang hari ini dan mengadopsi keputusan untuk meratifikasi (Perjanjian Perdamaian Ibrahim) antara UEA dan (Israel)."

Dewan juga menyetujui pembentukan hubungan diplomatik penuh antara UEA dan "Israel", dan mengarahkan inisiasi prosedur konstitusional untuk mengeluarkan keputusan federal yang meratifikasi perjanjian tersebut.

Dewan tersebut menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan itu "akan membentuk anak sungai perdamaian dan stabilitas yang mendukung aspirasi masyarakat di kawasan itu dan memperkuat upaya mereka yang tiada henti untuk mencapai kemakmuran dan kemajuan."

Terlepas dari masalah Palestina, Dewan Menteri menegaskan bahwa “perjanjian (Ibrahim) pada intinya didasarkan pada pemberian ruang bagi kerja sama yang konstruktif untuk menciptakan lebih banyak peluang bagi pertumbuhan dan pembangunan dan untuk menghadapi tantangan yang ada di kawasan Timur Tengah atas dasar kerja sama dengan cara yang menjamin terpenuhinya harapan masyarakat dan individu akan kehidupan yang layak. Dan masa depan yang aman. "

Pada 13 Agustus, UEA dan pendudukan Israel mencapai kesepakatan untuk menormalisasi hubungan antara mereka, yang ditandatangani pada 15 September di Washington.

Perjanjian itu dikutuk secara luas. Faksi dan pihak berwenang menganggapnya sebagai "pengkhianatan" oleh Emirates dan penusukan di punggung rakyat Palestina

Sumber : Pusat Informasi Palestina