Turki Akan Buka Kawasan Industri di Tepi Barat Palestina

Turki Akan Buka Kawasan Industri di Tepi Barat Palestina

Tepi Barat, AAI - Kamar Dagang dan Industri Turki (TOBB) memperoleh izin untuk mendirikan kawasan industri di kota Jenin, Tepi Barat Palestina. Kabar ini disampaikan pada Sabtu lalu (13/2) melalui terbitan Lembaran Resmi Turki mengenai keputusan Presiden Recep Tayyip Erdogan tentang hal tersebut.

Berdasarkan keputusan tersebut, TOBB akan memiliki hak mendirikan kawasan industri di kota Jenin, Tepi Barat Palestina.

Sementara itu, Pemerintah Palestina menyambut baik rencana Turki dalam membangun kawasan industri di wilayahnya. Menteri Ekonomi Palestina Khaled Al-Osaily, mengucapkan terima kasih kepada Presiden Erdogan, dan pemerintah serta rakyat Turki atas “sikap politik dan dukungan mereka bagi perekonomian Palestina.”

Al-Osaily mengatakan, sebagaimana yang dilansir Anadolu, bahwa Turki akan menggelontorkan dana berjumlah 10 juta dolar yang rencananya dialokasikan untuk pembangunan zona dalam kawasan industri, mengacu pada rencana untuk menghadirkan pabrik-pabrik Turki yang akan beroperasi di wilayah tersebut.

Ia menambahkan bahwa tujuan menghadirkan pabrik-pabrik Turki ke kawasan tersebut “adalah demi menghasilkan produk Palestina untuk pasar dalam negeri dan pasar ekspor luar negeri, dan untuk meraih keuntungan dari kesepakatan yang disepakati antara Otoritas Palestina dan dunia.”

Wacana untuk mendirikan kawasan industri bebas di kota Jenin sudah dimulai pada 1999, namun sempat terhenti beberapa kali, sebelum praktis dimulai pada tahun lalu (2020).

Kawasan industri yang direncanakan akan memiliki luas lebih dari 110 hektar tersebut terletak sekitar 3 kilometer di sebelah utara pusat kota Jenin. Di sana akan dibangun pabrik makanan, tekstil, dan instalasi kendaraan bermotor.

Proyek ini merupakan bagian dari dukungan Turki untuk menyokong perekonomian Palestina. Proyek ini juga mendapat dukungan dari Israel, Uni Eropa, dan Amerika Serikat, yang berkomitmen untuk mengimpor dan memasarkan produk kawasan industri tersebut tanpa dikenakan pajak. (T/S: Anadolu)