Penjajah Israel Deportasi Syekh Bakirat Dari Al-Aqsha Selama 6 Bulan

Penjajah Israel Deportasi Syekh Bakirat Dari Al-Aqsha Selama 6 Bulan

Penjajah Israel, Rabu (4/11) menetapkan vonis deportasi bagi wakil direktur wakaf Al-Quds, syekh Najih Bakirat dari Masjidil Aqsha selama 6 bulan kedepan, pasca berakhirnya deportasi sebelumnya selama 1 pekan.

Menurut sejumlah sumber di Al-Quds, pimpinan militer Israel di Al-Quds, menerbitkan keputusan deportasi bagi Dr. Najih Bakirat selama 6 bulan dari Masjidil Aqsha, mencakup deportasi dari kota tua dan semua rute jalan menuju Masjidil Aqsha.

Pihak penjajah Israel melayangkan surat keputusan tersebut kepada wakil direktur wakaf Al-Quds, syekh Najih Bakirat, pada Rabu lalu, dan keputusan untuk menghadap pihak intelijen setelah 1 pekan deportasi lalu.

Pasukan Israel menangkap syekh Bakirat pada Rabu lalu, setelah menggeledah dan memeriksa tempat kerjanya di kawasan kantor pendidikan ilmu syariat dekat pintu gerbang Silsilah.

Dalam pernyataannya pekan lalu, syeh Najih Bakirat menegaskan bahwa kejahatan penjajah zionis terhadap Masjidil Aqsha merupakan batas toleransi, penjajah Israel terus berupaya mengosongkan Masjidil Aqsha dari para pengelolanya lewat deportasi dan pengadilan.

Syekh Bakirat mengingatkan bahwa penjajah Israel tidak ingin keberadaan warga Palestina di Masjidil Aqsha, dan berupaya mengosongkannya dari para jamaah dan para pegawai, dengan tujuan menghapus identitas Palestina dan Islam di sana.

Syekh Bakirat menjelaskan, “Saat ini kita berada di hadapan serangan penjajah berbahaya terhadap Al-Aqsha, dimana mereka tidak menghormati sedikitpun kesucian masjid, dan malah menodainya.”

Penjajah Israel tidak menginginkan keberadaan identitas Islam dan Palestina di Masjidil Aqsha, lanjut syekh Bakirat.

Deportasi membuat para jamaah tersakiti, namun hal itu tidak akan melemahkan kita, kezaliman dan penjajahan tidak akan abadi, semakin bertambah rasa sakit, semakin besar tantangannya, ujar tokoh Palestina.

 Penjajah zionis mengincar warga Al-Quds, lewat penangkapan, deportasi dan denda tinggi, untuk mengusir mereka dari Masjidil Aqsha, dan membiarkan Al-Aqsha menjadi sasaran ketamakan para pemukim zionis.

Termasuk dalam rangkaian tersebut, penangkapan dan deportasi para pegawai dan keamanan Masjidil Aqsha, agar mereka tidak berperan dalam melindungi dan menjaga keamanan masjid. (mq/pip)

Sumber : Pusat Informasi Palestina