Israel Hancurkan Rumah Kepala Penjaga Masjid Al-Aqsa

Fadi ‘Alyan bekerja sebagai Kepala Unit Penjaga Masjid Al-Aqsa. Rumah yang dihancurkan terdiri dari empat kediaman, di dalamnya tinggal 17 orang, 12 di antaranya merupakan anak-anak.

Israel Hancurkan Rumah Kepala Penjaga Masjid Al-Aqsa
(Foto: Anadolu)

Al-Quds, AAI - Otoritas Israel pada Senin (22/2) menghancurkan kediaman Kepala Unit Penjaga Masjid Al-Aqsa Fadi ‘Alyan, di desa Al-Isawiya, Al-Quds, dengan dalih bangunan tersebut tidak berizin. Sejumlah besar pasukan polisi Israel, diiringi oleh staf kota Al-Quds, tiba di desa Al-Isawiya sebelum proses pembongkaran.

Rumah Fadi yang dihancurkan terdiri dari dua lantai yang mencakup empat unit kediaman. Di dalamnya tinggal 17 orang, 12 di antaranya merupakan anak-anak.

Rumah tersebut sudah didirikan sejak 10 tahun yang lalu di Al-Isawiya, yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi saksi peningkatan aktivitas pembongkaran, penangkapan dan penggerebekan oleh pasukan Israel hampir setiap harinya.

Fadi ‘Alyan, Kepala Unit Penjaga Masjid Al-Aqsa, tinggal di rumah tersebut bersama orang tua dan dua saudara laki-lakinya.

“Rumah itu dihancurkan karena tidak memiliki izin, tetapi kami memiliki data yang jelas dari para insinyur yang menunjukkan bahwa rumah tersebut sudah memperoleh izin. Israel bersiasat untuk menghancurkannya,” ujar Muhammad Abu Al-Hummus, anggota Komite Pertahanan Tanah Issawiya sebagaimana yang dilansir kantor berita Anadolu.

Ia menjelaskan, “Rumah tersebut dihancurkan karena salah satu anggota keluarga bekerja sebagai petugas Masjid Al-Aqsa. Kejahatan ini sebagai bagian dari tekanan kepadanya untuk berhenti dari pekerjaannya di Al-Aqsa,” merujuk kepada Fadi ‘Alyan yang merupakan Kepala Unit Penjaga Masjid Al-Aqsa.

Abu Al-Hummus menambahkan, “Pembongkaran rumah tersebut dilakukan karena motif politik dan bukan untuk alasan lainnya seperti perizinan atau apa pun.”

Sekitar 500 polisi Israel berpartisipasi di sekitar area pembongkaran. Dan Otoritas Israel belum mengomentari pembongkaran tersebut secara resmi.

Organisasi HAM di Palestina, Israel dan internasional mengatakan bahwa pihak Otoritas Israel dengan sengaja membatasi izin bangunan bagi warga Palestina di Al-Quds Timur. Di sisi lain, Otoritas Israel telah meningkatkan pembangunan pemukiman Israel di kota tersebut, dalam upaya untuk menciptakan ‘mayoritas Yahudi’ di sana. (T/S: Anadolu)