Israel Banjiri Puluhan Hektar Tanah Pertanian Palestina, Sebabkan Kerugian Besar

Israel Banjiri Puluhan Hektar Tanah Pertanian Palestina, Sebabkan Kerugian Besar

Gaza, AAI - Juru bicara Kementerian Pertanian Palestina di Gaza, M. Adham Al-Bassiouni pada Kamis (18/2) mengatakan puluhan tanah pertanian milik petani Palestina di timur Shujaiya, timur Kota Gaza, tenggelam saat pasukan pendudukan Israel dengan sengaja membuka aliran bendungan air menuju tanah tersebut.

Kepada Kantor Berita Palestine Today, sebagaimana dilansir Alqudsnews, Al-Bassiouni menjelaskan bahwa pada Kamis dini hari, pasukan pendudukan Israel membuka aliran bendungan air menuju tanah petani Palestina, yang mengakibatkan tenggelamnya puluhan hektar pertanian. Hal tersebut menyebabkan rusaknya tanaman jagung produksi mereka hingga menimbulkan kerugian materi.

Ia mengucapkan karena cuaca buruk, petugas kementerian tidak dapat pergi ke tempat tersebut. Segera setelah cuaca buruk berakhir, tim khusus akan pergi ke pertanian tersebut untuk menentukan tingkat kerusakan dan melaporkan pelanggaran yang berulang kali dilakukan pasukan Israel terhadap petani Palestina.

Al-Bassiouni menegaskan pihaknya akan berkomunikasi dengan lembaga HAM dan internasional untuk mengungkap kejahatan pendudukan Israel yang secara sistematis telah melanggar kebebasan petani Palestina yang berladang di luar pagar pemisah, dan juga untuk menguatkan ketabahan para petani tersebut.

Kementerian Pertanian Palestina akan melakukan upaya dengan pihak berwenang dan lembaga terkait untuk meringankan petani dan memberikan kompensasi kepada mereka atas kerugian yang terjadi pada mereka.

Al-Bassiouni meminta semua organisasi hak asasi manusia untuk menekan pendudukan Israel agar menghentikan serangannya terhadap petani Palestina di wilayah timur Gaza.

Pasukan pendudukan Isarel dengan sengaja membuka aliran air menuju lahan pertanian Palestina di Jalur Gaza bagian timur, khususnya di kawasan Shujaiya, yang setiap musim dinginnya menyebabkan kerusakan parah pada tanaman pertanian hingga berdampak pada pada pendapatan petani Palestina. (T/S: Alqudsnews)